Benarkah Aksi Demo Revisi UU Pilkada Puncak Kekecewaan? Pengamat Politik: 90 Persen Massa adalah Pendukung Jokowi yang...

Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus Pengamat Politik, Yunarto Wijaya
Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus Pengamat Politik, Yunarto Wijaya

AYOJAKARTA.COM – Banyak terjadi peristiwa politik di minggu ini yang menyita perhatian publik.

Usai viral tagar Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peringatan Darurat, aksi demo digelar oleh masyarakat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Tagar Kawal Putusan MK dan Peringatan Darurat yang berlatar belakang biru serta gambar burung garuda tersebut viral sejak Rabu, 21 Agustus 2024 malam.

Baca Juga: Polemik Putusan MK dan 'Manuver DPR' Diduga Demi Keuntungan Kaesang Pangarep, Waketum Gerindra: Tidak Ada Motif...

Diketahui, aksi demo digelar dan Peringatan Darurat tersebut viral setelah Baleg DPR RI menetapkan ambang batas 20 persen kursi di parlemen untuk partai politik (parpol) yang akan mengusulkan calon-calonnya di Pilkada 2024.

Baleg DPR RI juga diketahui menolak putusan MK nomor 70/PUU-XXII/2024 terkait syarat batas usia calon kepala daerah dan wakilnya dihitung ketika pendaftaran pasangan calon-calon yang akan mengikuti Pilkada.

Namun, pada Kamis, 22 Agustus 2024 malam, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad resmi membatalkan rapat yang akan mengesahkan UU Pilkada dan memutuskan untuk menggunakan putusan dari MK.

Lalu, aksi demo yang digelar tersebut apakah puncak dari kekecewaan dan kemarahan masyarakat?

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus Pengamat Politik, Yunarto Wijaya ia tidak kaget dengan fenomena yang terjadi kemarin.

“Saya enggak kaget ya fenomena kelas menengah yang biasa dianggap apolitis tapi Kemudian pada titik tertentu bisa dengan mudahnya terkonsolidasi tidak hanya berhenti pada jempol tadi terbukti dalam satu hari itu konsolidasi itu bisa muncul di lapangan tanpa komando, itu bisa terlihat sekali ada yang datang di MK datang di Senayan” ucapnya, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube METRO TV, pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Baca Juga: Tim Kuasa Hukum Jessica Wongso Blak-blakan Sebut Kliennya Tak Mau Ajukan Grasi ke Pemerintah, Kenapa?

Ia menyampaikan ketika kelas menengah yang dianggap apolitis dan sibuk dengan kesehariannya lalu diinjek-injek dan diusik intelektual serta harga dirinya akan terjadi seperti aksi demo di depan Gedung DPR tersebut.

“Segmen kelas menengah mereka mungkin apolitis mereka sibuk dengan keseharian tapi ketika berkali-kali ada peristiwa politik berkali-kali ya, itu mengusik intelektualitas atau nginjak-nginjek rasio mereka Ya seperti apa yang kita lihat hari ini terjadi” ujarnya.

Ia mengatakan apa yang terjadi di depan Gedung DPR tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat.

Dari pilpres kemarin, keanehan MK dengan mudahnya memutuskan sesuatu yang membuat kontroversi dan semuanya menolak, namun pada akhirnya semuanya harus menghormati keputusan tersebut.

“Keanehan lalu muncul juga kemarin pada situasi MK yang dengan mudahnya ketika memutuskan sesuatu walaupun kontroversial secara substansi siapapun yang menolak termasuk saya akhirnya harus menghormati” ucapnya.

“Secara formil bahwa ketika Pilpres tetap harus berlaku sesuai dengan asas final dan mengikat tadi kok tiba-tiba ada perlakuan yang berbeda, Apakah kemudian memang negara ini harus diatur oleh selera kekuasaan bahkan bisa mengubah sistem aturan dengan demikian mudah dan saya pikir puncaknya adalah apa yang kita lihat tadi” sambungnya.

Yunarto Wijaya menyampaikan 90 persen orang yang ikut aksi demo tersebut adalah pendukung Presiden Jokowi yang kecewa dengan pemerintahannya.

“Makanya kalau tadi saya lihat apa yang datang siapa yang datang di MK jangan dibilang itu Jokowi haters 90% yang datang adalah pendukung Jokowi yang pernah berharap dan kecewa karena ada rentetan peristiwa yang terjadi yang seakan-akan membuat masyarakat merasa ditoltolkan oleh peristiwa politik ini” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Revisi UU Pilkada
# Pengamat Politik
# DPR
# Jokowi

News Update

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.