AYOJAKARTA.COM – Tengah mendatangkan gejolak besar di Afrika, persebaran virus Cacar Monyet atau Mpox atau Monkeypox kembali menjadi sorotan di Indonesia.
Dampak peningkatan kasus di Afrika, membuat WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan Mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern.
Melalui pernyataannya pada 14 Agustus 2024 tersebut, WHO mengingatkan seluruh negara di dunia untuk lebih waspada terhadap potensi persebaran virus Mpox.
Dalam keterangannya, Samuel Bolan selaku Manajer WHO untuk insiden Mpox Afrika juga mengajak seluruh dunia untuk segera melakukan tindakan pencegahan.
Baca Juga: Sekilas Mirip, Ini 6 Perbedaan Antara Mpox, Cacar Air dan Campak
Selain terus melakukan pemantauan, Samuel juga mengingatkan seluruh negara untuk lebih tanggap dalam proses penanggulangan Mpox.
Meski berbeda dengan virus Covid-19 yang sempat menjadi penjara bagi dunia, potensi dan dampak persebaran Mpox juga bisa terjadi lintas benua.
Karena itu, Samuel mengingatkan perlunya setiap negara untuk melakukan pelacakan dan penanganan secara efektif serta edukasi dan keterlibatan kepada masyarakat luas.
“Ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan penyebaran Mpox baik di dalam negeri ataupun lintas batas negara,” ungkapnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga: Anak Kamu Mengalami Gejala Virus Mpox? Jangan Panik! Ini Langkah yang Harus para Orang Tua Ketahui!
Berkenaan dengan antisipasi penyebaran Mpox, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan layanan karantina di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Langkah tersebut dilakukan menjelang diselenggarakannya Forum Indonesia-Afrika di Bali pada 1-3 September 2024 mendatang.
Sepanjang 2022, jumlah penderita Mpox di seluruh negara tercatat sebanyak 99.388 kasus dengan 208 angka kematian.
Berbeda dengan virus Covid yang tak kasat mata, gejala penderita Mpox dapat diketahui melalui timbulnya ruam dan bintik menyerupai cacar pada bagian kulit.
Baca Juga: Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Ungkap 8 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Hadapi MPox, Apa Saja?
Selain dapat terlihat langsung di bagian wajah, tonjolan bintik-bintik berisi cairan bening pada kulit juga dapat menyebar ke bagian tubuh penderita.
Mpox juga ditandai dengan adanya perubahan di bagian kulit yang melepuh dan berisi nanah serta mengalami pengerasan.
Penderita Mpox juga mengalami gejala klinis berupa demam tinggi, pusing serta pembengkakan pada kelenjar getah bening atau Limfadenopati.
Dampak dari adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada penderita dapat mengakibatkan berbagai komplikasi medis.
Baca Juga: Viral Virus Monkey Pox (Mpox) di Indonesia, Manajer WHO Samuel Boland Ungkap Fakta Penting
Rasa nyeri pada bagian punggung serta nyeri pada bagian otot dan rasa lemas merupakan salah satu gejala Mpox.
Terkait jumlah penderita Mpox di Indonesia, hingga 17 Agustus 2024 Kementerian Kesehatan mencatat terdapat sebanyak 88 kasus sejak 2022.
Dari 88 kasus terkonfirmasi Mpox, 87 di antaranya dinyatakan pulih.
Kemenkes mencatat Provinsi Jakarta menempati urutan tertinggi dengan jumlah 59 penderita.***