AYOJAKARTA.COM - Dunia kesehatan dunia saat ini sedang dilanda merebaknya virus Monkeypox atau yang dikenal dengan Mpox.
Meski penyakit ini telah muncul sejak lama, tepatnya 1958 lalu pertama kalinya ditemukan di Denmark.
Sekilas, Mpox sangat mirip dengan cacar air. Namun keduanya tidak satu golongan.
Cacar monyet disebabkan virus Monkeypox, sedangkan cacar air dari infeksi virus Varicella-Zoster.
Dilansir Ayojakarta.com dari ayosehat.kemkes.go.id, Kamis 22 Agustus 2024, ada 6 perbedaan antara Mpox, Cacar Air dan Campak.
1. Demam
- Mpox : demam diatas 38°C, lenting muncul setelah 1-3 hari
- Cacar Air : demam diatas 39°C, lenting muncul setelah 0-2 hari
- Campak : demam tinggi hingga 40,5°C, ruam muncul setelah 2-4 hari
2. Penampakan Ruam
- Mpox : Makula, papula, vesikel, pustul. Jenis kelainan kulit sama di setiap fase di semua area tubuh.
- Cacar Air : Makula, papula, vesikel. Ada di berbagai fase.
- Campak : Ruam non vesikel di berbagai fase.
3. Perkembangan Ruam
- Mpox : Lambat, antara 3-4 pekan
- Cacar Air : Cepat, tampak crops selama beberapa hari
- Campak : Cepat, antara 5-7 hari
4. Distribusi Ruam
- Mpox : Biasanya diawali dari kepala dan akan lebih padat di wajah hingga anggota badan. Selanjutnya muncul di telapak tangan dan kaki.
- Cacar Air : Biasanya diawali di kepala dan akan lebih padat di tubuh. Tidak ada di telapak tangan dan kaki.
- Campak : Mulai di kepala dan akan menyebar hingga ke tangan dan kaki.
5. Penampakan Khas
- Mpox : Limfadenopati atau adanya pembengkakan kelenjar getah bening.
- Cacar Air : Lenting gatal
- Campak : Koplik spots
6. Kematian
- Mpox : 3-6%
- Cacar Air : jarang
- Campak : bervariasi
Itulah 6 perbedaan dari penyakit Mpox, Cacar Air, dan Campak.***

Share this article
Meskipun sekilas terlihat mirip, ketahui 6 perbedaan signifikan dari Mpox, Cacar Air, dan Campak. Cek selengkapnya berikut.