AYOJAKARTA.COM – Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa Cak Imin sudah resmi bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus atau koalisi pendukung Presiden dan Wapres terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Cak Imin sendiri menyampaikan alasan partainya memutuskan bergabung ke KIM Plus.
Ia mengatakan bahwa PKB sudah dari awal memutuskan untuk mendukung presiden dan wapres terpilih tersebut sejak penetapan yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca Juga: Sikap Tenangnya Disebut 'Berdarah Dingin', Jessica Wongso: Masa Saya Harus Akting?
Peristiwa PKB bergabung dengan KIM Plus tersebut artinya PKB tersebut meninggalkan Anies Baswedan. Apakah bab Anies Baswedan di Pilkada Jakarta ini sudah selesai?
Menurut pengamat politik, Rocky Gerung, jika Cak Imin bisa melawan Kim Plus ini agak absurd. Ia juga menyampaikan dari awal yang dimaksud Presiden Jokowi dengan Kim adalah seluruh partai yang di dalamnya memiliki masalah hukum dan pasti masuk ke Kim.
“Tentu agak absurd membayangkan Cak Imin bisa melawan” kata Rocky Gerung, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, pada Senin, 19 Agustus 2024.
“Dari awal kita mengerti bahwa yang dimaksud oleh Jokowi dengan Kim adalah seluruh partai, jadi semua partai yang di dalamnya ada problem hukum itu pasti harus diseret masuk” sambungnya.
Rocky Gerung menyampaikan jika dari awal kita mengerti bahwa Presiden Jokowi tidak mungkin meloloskan Anies Baswedan, hal tersebut berarti tidak mungkin juga meloloskan PKB.
“Jadi kalau dari awal kita mengerti bahwa tidak mungkin Jokowi meloloskan Anies. Itu artinya juga enggak mungkin meloloskan Cak Imin sebagai pemain-pemain yang independen dan itu yang menerangkan Kenapa Cak Imin akhirnya harus ikut permainan Jokowi” ucapnya.
Baca Juga: Jessica Wongso Bebas Bersyarat, Pakar Hukum Pidana Sebut Logika Hukumnya Belum Bisa Terpecahkan!
“Jadi untuk hanya untuk melengkapi teori atau dia sebut aja dalil dari Jokowi yaitu bahwa enggak boleh ada yang tersisa di dalam upaya untuk memastikan dinasti Jokowi maka semua partai sudah harus menyerah dari awal itu” sambungnya.
Lebih lanjut, pengamat politik tersebut mengatakan jadi calon-calon yang akan diusulkan di luar Kim tersebut pada akhirnya akan diajak masuk ke Kim ini.
“Jadi sekaligus kita tetapkan aja semacam prinsip bahwa di dalam upaya Jokowi untuk mengendalikan politik Indonesia maka semua partai akan dituduhkan jadi calon-calon yang seolah-olah independen mau diusung oleh partai-partai di luar Kim itu, pada akhirnya akan diserap juga oleh Kim dan Kim plus” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa pengertian plus di sini juga merupakan keinginan dari Presiden Jokowi yang sebenarnya politik di Indonesia ini sudah selesai. Itu artinya era Presiden Jokowi masih akan berlanjut di Pilkada Jakarta ini.
Rocky Gerung juga mengatakan bahwa tidak semua itu untuk membuat partai-partai tunduk kepada Presiden Jokowi, pasti akan ada faktor yang menghalanginya.
“itu artinya semua hal harus dibuat plus dalam pengertian plus itu adalah keinginan Jokowi itu sebetulnya politik Indonesia sudah selesai itu artinya era Jokowi masih akan berlanjut di Pilkada” ujarnya.
“Tetapi kita masih punya pengetahuan bahwa tidak semudah itu, walaupun secara formil sudah dinyatakan bahwa semua tunduk pada Jokowi tetapi selalu ada faktor x yang tiba muncul misalnya dalam satu dua minggu ke depan” tutupnya.***