News

Pagi Ini! 5 Menteri Dirumorkan Kena Reshuffle Jokowi, Yasonna Laoly: I am More Than Ready

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 19 Agu 2024, 06:08 WIB
Yasonna Laoly Menteri dari PDIP dirumorkan kena reshufflle Jokowi

AYOJAKARTA.COM - Isu reshuffle kabinet kembali mencuat setelah jurnalis senior yang, Uni Lubis, mencuitkan informasi mengejutkan di akun media sosialnya.

Dalam cuitannya pada 18 Agustus malam, Uni Lubis menyebutkan bahwa besok, pada pukul 09.30 WIB, akan ada reshuffle menteri dan pelantikan kepala badan.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu menteri yang akan diganti adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Baca Juga: Tim Kuasa Hukum Ajukan PK Kedua! Otto Hasibuan Blak-blakan Sebut Alasan PK Pertama Jessica Wongso Ditolak karena Hal Ini!

Yasonna Laoly, yang dilantik sebagai Menteri Hukum dan HAM pada 23 Oktober 2019, telah menanggapi isu tersebut dengan santai.

Dalam pernyataannya, Yasonna menegaskan bahwa reshuffle adalah kewenangan penuh Presiden Indonesia.

"Reshuffle itu kewenangan sepenuhnya Presiden Indonesia. I am more than ready," ucap Yasonna, menunjukkan kesiapannya untuk menerima keputusan apapun yang diambil oleh Presiden.

Bagi Yasonna Laoly, yang sudah cukup lama berkiprah di dunia politik dan pemerintahan, isu reshuffle ini mungkin bukanlah hal yang mengejutkan.

Sebagai seorang politisi berpengalaman, Yasonna tampaknya telah siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika ia harus meninggalkan posisinya sebagai Menteri Hukum dan HAM.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, juga memberikan tanggapan terkait isu reshuffle ini. Hasto menekankan bahwa sejak dulu, PDIP selalu menghormati hak prerogatif Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Baca Juga: PKB Gabung KIM Plus, Harapan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta Lenyap? Ini Kata Jubirnya!

"Konsep pemerintahan yang baik adalah ketika Presiden memiliki hak prerogatif, dan kita menghormati hak tersebut," ujar Hasto.

Ia juga menambahkan bahwa PDIP tidak pernah melakukan tekanan-tekanan politik kepada Presiden, baik dalam proses pengangkatan maupun dalam menjalankan pemerintahan.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa PDIP tidak pernah memiliki niat untuk menekan Presiden dalam memilih menteri-menteri dari partai politik tertentu.

"Kami tidak pernah melakukan tekanan-tekanan, tidak pernah ada dendam terhadap masa lalu. Kami selalu menatap masa depan," tambahnya.

Selain Yasonna, rumor yang beredar juga menyebutkan bahwa ada empat menteri lain yang akan terkena reshuffle.

Menteri-menteri tersebut adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Kabar ini tentu menambah spekulasi di kalangan publik mengenai perubahan besar dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky