AYOJAKARTA.COM – Usai dinyatakan bebas bersyarat, Jessica Wongso dalam keterangan pers menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya.
Selain mengaku tak memiliki dendam, Jessica Wongso melalui kuasa hukumnya juga menyoal langkah hukum terkait pengajuan Peninjauan Kembali.
Menurut Otto Hasibuan selaku penasehat hukum Jessica Wongso, langkah pengajuan PK akan dipertimbangkan usai proses kelengkapan dokumen terkait lapas tuntas.
“Saya harus menunggu dulu situasi yang tenang dengan demikian saya menunda PK sambil menyelesaikan surat yang berkaitan dengan keluarnya Jessica,” ungkap Otto Hasibuan dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Minggu (18/8/2024).
Baca Juga: Merasa Plong Usai Bebas Bersyarat, Jessica Wongso: Saya Memaafkan dan Tidak Ada Kebencian
Terkait lapas, wacana mengejutkan juga terdengar dari Menkumham Yasonna Laoly yang dikabarkan akan mengalami reshuffle atau pergantian jabatan.
Selain Menkumham, wacana perombakan kabinet juga dikabarkan terjadi di Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri ESDM serta Investasi.
Kabar akan adanya pergantian jabatan Menkumham yang merupakan politisi PDIP tersebut juga sempat ditanggapi Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP.
Menurut Hasto, perombakan kabinet merupakan hak khusus yang dimiliki presiden sehingga harus dihormati.
“Presiden punya hak prerogatif, kita menghormati hak prerogatif dari presiden itu. Sejak awal kita nggak pernah neko-neko,” ungkap Hasto Kristiyanto.
Lebih lanjut, Hasto menyebut PDIP merupakan partai yang bisa bekerja sama dengan parpol lain sehingga akan terus menatap masa depan.
Karena itu, Hasto menekankan bahwa setiap kekuasaan yang dimenangkan dalam proses pemilihan memiliki keterbatasan.
Sehubungan adanya kabar pergantian jabatan, Menkumham Yasonna Laoly mengaku sudah bersiap dengan segala kemungkinan.
Baca Juga: Jessica Wongso Bebas Bersyarat, Otto Hasibuan Terkejut: Saya Tidak Menyangka
Kepada awak media, politisi PDIP itu menyebut reshuffle merupakan bagian dari kewenangan presiden sehingga tak perlu dikuatirkan.
Di tengah bebas bersyaratnya Jessica Wongso sebagai warga binaan lapas dan wacana pergantian Yasonna Laoly sebagai Menkumham, warganet justru menyoroti sosok Eyang Blangkon.
Menurut kalangan warganet, Eyang Blangkon merupakan sosok yang andal dan piawai dalam bidang teknologi sehingga sangat layak dijadikan sebagai pengganti Menkominfo.
Dalam salah satu unggahan di Instagram, Eyang Blangkon tampak sangat lihai memberikan ilmu tentang seluk-beluk penggunaan komputer.
Kepiawaian Eyang Blangkon, menurut warganet sangat dibutuhkan negara untuk mengisi jabatan sebagai Menkominfo yang dinilai gagal menjaga data penting.
Sosok Eyang Blangkon yang diduga memiliki nama asli Pak Ratno warga Kepanjen, Malang tersebut oleh puluhan ribu warganet kemudian ditunjuk sebagai pengganti Menkominfo.
“Lebih layak menjadi Menkominfo, daripada yang menjabat sekarang,” tulis warganet pemilik akun @*verdos* yang disukai ribuan lainnya.***