AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat memperingati HUT ke 79 RI di sekolah Parti PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).
Megawati Soekarnoputri mengutarakan pentingnya peran Pancasila sebagai panduan dan jalan hidup dalam berbangsa.
Megawati Soekarnoputri sedikit menyinggung kondisi hukum di Indonesia yang saat ini mudah dipermainkan.
Menurutnya, ada sosok yang populer di kalangan masyarakat yang sedang mempermainkan hukum dan juga mencoba membelokkan sejarah.
"Seluruh cita-cita besar kemerdekaan itu kini ada yang mencoba membelokkan sejarah melalui kekuasaannya," ucap Megawati dikutip dari YouTube Kompas TV pada Sabtu (17/8/2024).
Megawati menambahlan bahwa sosok tersebut menggeser makna Hukum dari hak keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi.
"Hukum digeser maknanya dari hak keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi," ujar Megawati.
Megawati menyampaikan bahwa konstitusi sebagai landasan pokok bagi pemimpin harusnya dijalankan dengan selurus-lurusnya demi kepentingan rakyat.
"Produk hukum penuh legalitas prosedural tanpa falsafah hukum dan kegunaannya bagi kepentingan rakyat," ucap Megawati.
Namun, ada sosok "Populis" yang "membelokkan arah" konstitusi secara sistematis menurut Megawati
"Seluruh upaya tersebut berjalan secara sistematis dengan kemasan wataknya yang sepertinya populis," paparnya.
Megawati merasa prihatin karena kedaulatan rakyat diubah wataknya dan bayak yang merasa takut dalam hidupnya.
"Namun yang paling memprihatinkan adalah ketika kedaulatan rakyat sebagai pilar utama demokrasi kini diubah wataknya dan banyak yang dengan rasa takut dalam kehidupannya," ucap Megawati.
Ia merasa bahwa masyarakat kini tidak sanggup berbicara soal kebenaran karena mulutnya seolah-olah terkunci dan terdiam.
"Sepertinya, untuk berbicara kebenaran pun banyak yang sudah tidak sanggup, mulutnya terkunci, mulutnya terdiam," imbuhnya.***