News

Pidato HUT ke 79 RI Megawati Soekarnoputri di Sekolah Partai PDIP, Sebut Ada yang Ingin Belokan Sejarah

Oleh: Sahdan Maulana Sabtu 17 Agu 2024, 12:18 WIB
Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat memperingati HUT ke 79 RI di sekolah Parti PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

Megawati Soekarnoputri mengutarakan pentingnya peran Pancasila sebagai panduan dan jalan hidup dalam berbangsa.

Megawati Soekarnoputri sedikit menyinggung kondisi hukum di Indonesia yang saat ini mudah dipermainkan.

Menurutnya, ada sosok yang populer di kalangan masyarakat yang sedang mempermainkan hukum dan juga mencoba membelokkan sejarah.

Baca Juga: Kartu KKS untuk KPM PKH dan BPNT Juli-September Sudah Dibagikan, Kapan Bantuan Akan Cair? Begini Perkembangan di SIKS-NG

"Seluruh cita-cita besar kemerdekaan itu kini ada yang mencoba membelokkan sejarah melalui kekuasaannya," ucap Megawati dikutip dari YouTube Kompas TV pada Sabtu (17/8/2024).

Megawati menambahlan bahwa sosok tersebut menggeser makna Hukum dari hak keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi.

"Hukum digeser maknanya dari hak keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi," ujar Megawati.

Megawati menyampaikan bahwa konstitusi sebagai landasan pokok bagi pemimpin harusnya dijalankan dengan selurus-lurusnya demi kepentingan rakyat.

Baca Juga: KPM Jangan Panik, Bantuan PKH BPNT dari Pos ke Kartu KKS alokasi Juli-September 2024 Akan Cair Jika Status di SIKS-NG Seperti Ini

"Produk hukum penuh legalitas prosedural tanpa falsafah hukum dan kegunaannya bagi kepentingan rakyat," ucap Megawati.

Namun, ada sosok "Populis" yang "membelokkan arah" konstitusi secara sistematis menurut Megawati

"Seluruh upaya tersebut berjalan secara sistematis dengan kemasan wataknya yang sepertinya populis," paparnya.

Megawati merasa prihatin karena kedaulatan rakyat diubah wataknya dan bayak yang merasa takut dalam hidupnya.

"Namun yang paling memprihatinkan adalah ketika kedaulatan rakyat sebagai pilar utama demokrasi kini diubah wataknya dan banyak yang dengan rasa takut dalam kehidupannya," ucap Megawati.

Ia merasa bahwa masyarakat kini tidak sanggup berbicara soal kebenaran karena mulutnya seolah-olah terkunci dan terdiam.

"Sepertinya, untuk berbicara kebenaran pun banyak yang sudah tidak sanggup, mulutnya terkunci, mulutnya terdiam," imbuhnya.***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Desi Kris