News

Megathrust 8,7 SR Ancam Selatan Jawa dan Sumatera, BMKG Ungkap 2 Segmen Rawan yang Belum Bergerak

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 14 Agu 2024, 11:29 WIB
Ilustrasi Tanda Tsunami

AYOJAKARTA.COM – Ancaman gempa bumi megathrust berkekuatan hingga 8,7 skala richter terus menghantui wilayah Indonesia dengan potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa dua segmen penting di zona megathrust saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan meski telah melewati masa yang seharusnya.

Dalam wawancara yang ditayangkan di YouTube Metro TV, Dwikorita menjelaskan bahwa megathrust adalah zona tumbukan lempeng antara lempeng Samudera Hindia atau Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Benua Eurasia.

Baca Juga: Viral di Tiktok Video Kepala BMKG Sebut Gempa Megathrust Lumpuhkan Jakarta, BMKG Beri Penjelasan Begini...

Zona ini memiliki potensi gempa besar yang bisa memicu tsunami seperti yang terjadi di Aceh pada 2004 dengan kekuatan 9,1 SR.

"Dua segmen yang menjadi perhatian utama adalah Segmen Mentawai dan Segmen Banten Selat Sunda. Meskipun wilayah-wilayah lain di zona ini sudah bergerak, kedua segmen ini belum menunjukkan aktivitas selama lebih dari 200 tahun," ujar Dwikorita Karnawati.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana ini.

Baca Juga: Viral Jakarta Disebut Lumpuh Akibat Gempa Megathrust, Dwikorita Akui Videonya Dipotong

BMKG telah bekerja sama dengan berbagai pakar untuk memperkuat sistem monitoring dan peringatan dini serta mengadakan pelatihan evakuasi di wilayah yang berisiko tinggi.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan kita semua siap dan waspada. Tsunami bisa datang dalam hitungan menit dan kesiapan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko korban," tambahnya.

Seiring peringatan ini, BMKG terus memantau aktivitas di zona megathrust dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber terpercaya.

Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana adalah kunci menghadapi potensi gempa besar yang bisa terjadi kapan saja.

Dwikorita menambahkan ada dua hal sebagai persiapan mitigasi.

Baca Juga: Terungkap! Penyebab Gempa Bantul DIY, Sesar Opak dan Jalur Megathrust Aktif Jadi Pemicu Potensi Gempa

Pertama secara teknis dan kedua secara sosial budaya.

Secara teknis, BMKG akan menguatkan observasi dan monitoring.

"Jadi setiap gerakan di zona megathrust terus kami deteksi," katanya.

Meski sudah ada gejala gerakan, kekuatannya masih sangat lemah belum mencapai 8 SR lebih.

Baca Juga: Gempa Bumi M 7,3 Guncang Sumbar Dini Hari Tadi, Wajib Waspadai 13 Zona Megathrust Ini!

BMKG juga menyiapkan sistem monitoring dan peringatan dini yang dibangun untuk menghadapi gempa megathrust sehingga jika gempa terjadi bisa memprediksi apakah akan diikuti tsunami atau tidak.

"Misalnya di Mentawai, tsunami bisa terjadi hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Namun jika posisinya lebih jauh, seperti di Padang, tsunami bisa mencapai kota tersebut dalam waktu 30 menit," jelasnya.

Secara sosial budaya, masyarakat juga dilatih menyiapkan jalur evakuasi dan shelter evakuasi.

"Masyarakat diharapkan siap dan tidak hanya merasa takut tapi bisa bersiap menghadapi ini," tambahnya.

Secara umum dan yang jelas kewaspadaan serta kesiapsiagaan adalah langkah terbaik yang bisa diambil saat ini.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah