AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat malam, (30/6/2023) pukul 19.57 dengan kekuatan magnitudo 6,4.
Akibat gempa bumi tersebut, puluhan bangunan di 12 kecamatan di Bantul rusak parah.
Berdasarkan catatan sejarah gempa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya menunjukan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan aktif gempa.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan bahwa di sekitar Selatan Jawa terdapat zona subduksi aktif yang dapat menimbulkan gempa.
"Berdasarkan peta seismisitas Pulau Jawa dan sekitarnya tampak bahwa sumber gempa Megathrust Selatan Jawa dan Sesar Opak tampak sangat aktif memicu Gempa Dangkal dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman," ujar Daryono dalam media sosialnya.
Menurut penjelasan Daryono, Bantul DIY terletak di kawasan seismik aktif dan kompleks sehingga rawan terjadi gempa.
Hal ini terjadi karena Bantul DIY terletak pada jalur sumber gempa sesar aktif yakni Sesar Opak yang memiliki potensi Mw 6.6.
Ditambah lagi, Bantul juga berdekatan dengan jalur gempa Megathrust Segmen Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan potensi Mw 8,7.
Bahkan data menunjukan bahwa setelah gempa itu terdapat gempa susulan sebanyak 41 kali.
"Sebanyak 41 kali gempa susulan pasca gempa 6.0 di selatan Yogyakarta," kata Daryono.
Daryono mengatakan bahwa gempa yang terjadi semalam merupakan gempa yang diakibatkan dari pecahnya bagian slab lempeng Indo-Australia, sehingga memiliki konten ground motion (getaran) yang kuat.
Menurutnya, gempa yang terjadi di Bantul Yogyakarta mirip dengan gempa bumi yang terjadi di Jawa Timur pada 10 April 2021.
"Hiposenter gempa Yogyakarta semalam di bawah bidang kontak lempeng yang pecah adalah bagian slab lempeng Indo-Australia, shg memiliki konten ground motion yang kuat. Gempa ini sangat mirip gempa selatan Jawa Timur 10 April 2021 yg menimbulkan kerusakan di 16 kab/kota di Jawa Timur," jelasnya.***
Share this article
Daryono dari BMKG menjelaskan bahwa penyebab gempa yang terjadi di Bantul Yogyakarta karena Sesar Opak dan jalur megathrust.