News

Gubernur Papua Barat Daya Bantah Kerusakan Ekosistem Akibat Eksploitasi Tambang Nikel di Raja Ampat: Itu Video Hoaks

Oleh: Asti Aureli Septania Senin 09 Jun 2025, 10:48 WIB
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, membantah keras video yang beredar luas tentang kerusakan alam akibat penambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.

AYOJAKARTA.COM – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, membantah keras video yang beredar luas tentang kerusakan alam akibat penambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.

“video yang beredar itu hoaks,” bantah Elisa Kambu Gubernur Papua Barat Daya yang dikutip dari Kompas TV pada Senin 9 Juni 2025.

Diketahui sebelumnya, aktivis lingkungan dari Greenpeace melakukan aksi protes atas aktivitas penambangan nikel di beberapa pulau kecil di Raja Ampat, termasuk Pulau Gag, Pulau Kawe, dan Pulau Manuran, yang seharusnya dilindungi dan dilarang penambangan.

Baca Juga: Sasar 18,8 Juta KPM, Bansos Beras 20 KG Periode Juni-Juli 2025 Mulai Disalurkan, Daerah Ini Jadi Prioritas Utama Penerima Bantuan

Melalui videonya, Greenpeace juga menyuarakan dampak negatif dari eksploitasi nikel tersebut, seperti pembabatan lebih dari 500 hektar hutan dan vegetasi alami serta limpasan tanah yang menyebabkan sedimentasi di pesisir, yang berpotensi merusak terumbu karang dan ekosistem perairan Raja Ampat yang kaya keanekaragaman hayati.

Namun, Elisa menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di Pulau Gag berjalan dengan baik, termasuk proses reklamasi yang sudah dilakukan.

“aktivitas tambang di Pulau Gak di sana cukup bagus kerjanya yang sudah eksplorasi sudah di reboisasi,” jelasnya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ditampilkan dalam video bukan berasal dari wilayah tambang tersebut.

Pemerintah daerah juga mengacu pada citra satelit yang menunjukkan pembukaan lahan di Pulau Gag baru dimulai pada 2018, dan tidak sesuai dengan gambar video viral yang beredar.

Baca Juga: Apa Itu Sistem Rayon SPMB Jabar 2025? Pendaftar Jenjang SMA Wajib Tahu Pembagian Wilayah Penerimaan Siswa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menyatakan bahwa kegiatan penambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, secara umum tidak menunjukkan masalah signifikan setelah peninjauan langsung ke lokasi oleh timnya.

Tak hanya itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Triarno, mengungkapkan bahwa reklamasi lahan tambang di area tersebut sudah cukup baik.

Meski begitu, Kementerian ESDM bersama Kementerian Lingkungan Hidup tetap melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terkait izin usaha pertambangan di Raja Ampat untuk memastikan keberlanjutan lingkungan kawasan yang kaya keanekaragaman hayati ini. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Jinan Vania Barizky