AYOJAKARTA.COM -- Kasus pembunuhan Vina Cirebon kini cukup menyita perhatian publik.
Kasus yang ramai di tahun 2016 silam hingga kini belum juga selesai karena pengusutan yang tidak transparan.
Belum juga tuntas, akhir-akhir ini publik justru dialihkan dengan kebenaran tentang penetapan salah satu tersangka DPO Pegi alias Perong kepada Pegi Setiawan.
Di sisi lain, pihak keluarga Vina Cirebon hingga kini masih menantikan keadilan bagi almarhum.
Meski demikian, pihak keluarga Vina Cirebon mengaku belum yakin tentang sosok Pegi Setiawan yang kini dituduh sebagai tersangka DPO Pegi alias Perong oleh Polisi.
Seperti diungkap kakak kandung Vina Cirebon kepada Uya Kuya di YouTube Uya Kuya TV yang dikutip ayojakarta.com pada Selasa (02/07/2024).
Dalam tayangan tersebut, Uya Kuya bertanya tentang keyakinan keluarga terhadap pelaku pembunuh Vina Cirebon yang kini telah ditetapkan, yaitu Pegi Setiawan.
Kakak Vina, Marliyana justru mengungkap jawaban tak terduga.
Baca Juga: Polda Jawa Barat Beberkan Hasil Tes Psikologi Forensik Pegi Setiawan yang Membuktikan Hal Ini
Ia dan keluarga mengaku bingung terkait pelaku yang kini ditangkap berdasarkan pemberitaan di media-media.
"Ya abu-abu ya pak," ungkap Marliyana.
Alih-alih ingin keadilan segera terungkap untuk sang adik, Marliyana dan ibunya mengungkapkan sempat mendapat teror dari oknum tak dikenal.
Keluraga Vina merasa diteror dan mengaku sempat didatangi seseorang yang tak dikenal berpenampilan seperti preman dan mengaku adalah intel.
Marliyana mengungkap sosok berpenampilan seperti preman itu memberi peringatan kepada keluarga Vina untuk tidak mengangkat cerita kematian sang adik menjadi film.
Tak hanya itu, Marliyana juga mengungkap bahwa belum lama ini ia mendapatkan tamu tak diundang yang mengaku dari media.
Namun saat dimintai keterangan dan foto oleh keluarga Vina justru malah kabur dengan motor.
Terlepas dari itu, tim kuasa hukum Vina Cirebon mengaku akan terus mendesak pihak kepolisian untuk meyelesaikan kasus ini.
Bahkan kini tim kuasa hukum Vina Cirebon meminta secara khusus kepada Presiden Jokowi untuk membentuk tim khusus guna mengusut kasus ini agar tak semakin melebar.***