News

Pusat Data Nasional Diretas, Etichal Hacker Ungkap Jadi Mainan Anak yang Baru Belajar IT

Oleh: Linda Wati Sabtu 29 Jun 2024, 16:20 WIB
Teguh Aprianto, Etichal Hacker

AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini publik dihebohkan dengan serangan hacker terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Sehubungan dengan serangan hacker terhadap PDNS, video lama dari Teguh Aprianto, Etichal Hacker kembali viral.

Teguh Aprianto selaku konsultan keamanan siber mengakui saat ini situs yang paling lemah adalah milik pemerintah.

“Kalau sampai sekarang itu yang paling gampang dimasukin emang pemerintah punya,” kata Teguh Aprianto dikutip ayojakarta.com dari YouTube Noice, Sabtu (29/6/2024).

Baca Juga: Pusat Data Nasional Terkena Ransomware dan Tidak Punya Backup, Ketua Komisi I DPR: Itu Kebodohan

Bahkan, Teguh menyampaikan jika situs pemerintah bisa dikatakan sebagai mainan bagi anak baru yang ingin mengasah skill di bidang hacker.

“Situs pemerintah itu sampai sekarang malah jadi mainan, anak yang baru belajar itu tes skill-nya di sana,” tuturnya.

Teguh bercerita, badan situs milik pemerintah bahkan diretas orang Brazil.

Baca Juga: Pusat Data Nasional Diretas, Siapakah yang Bertanggung Jawab? Ini Kata Wamen Kominfo

Baginya itu merupakan sesuatu yang sangat konyol.

“Bayangin Badan Cyber dan Sandi Negara situsnya diretas sama orang Brazil kan konyol,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa hacker sering diframming jahat oleh media sehingga ada pergeseran yang selalu dimulai dari barat.

Baca Juga: HEBOH! Pusat Data Nasional (PDN) Diretas Virus Ransomware oleh Hacker, Sudah Ada Solusi dari Pemerintah?

“Kalau dari media hacker itu jahat, akhirnya ada pergeseran yang selalu dimulai dari barat, jadi ketika hacker itu muncul selama ini yang dikenal cuma blackhead,” ujarnya.

Seperti diketahui, PDNS yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diserang peretas.

Serangan tersebut diketahui sebagai ransomware yakni sebuah jenis malware yang menyandera data yang ada di sistem.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah