AYOJAKARTA.COM – Serangan siber Ransomware diakui oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi sebagai penyebab terjadinya gangguan di Pusat Data Nasional.
Akibat serangan siber Ransomware yang dilakukan Peretas ke Pusat Data Nasional, layanan Imigrasi sejumlah bandara sempat mengalami kelumpuhan.
Selain menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang, pelaku serangan siber Ransomware ke Pusat Data Nasional juga meminta uang tebusan senilai US$ 8 juta.
Baca Juga: Waspada! 9 Tanda Seseorang Masih Menyimpan Luka Trauma, Nomor 8 Bisa Hancurkan Kualitas Hubungan!
Saat ditemui awak media di komplek Istana Kepresidenan, Menkominfo menyebut serangan virus Ransomware tersebut merupakan jenis varian baru.
Terkait dengan adanya serangan siber ke PDN, Hinsa Siburian selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara ikut buka suara.
Dalam keterangan resminya, Kepala BSN menyebut jenis virus yang digunakan Peretas merupakan hasil pengembangan dari Ransomware Lock Bit 3.0.
Serangan menggunakan Brand Cheaper Ransomware diketahui terjadi pada Server milik PDN Sementara yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.
Guna menanggulangi dampak dan mitigasi serangan siber, sejumlah instansi terkait seperti BSSN, Kominfo serta Cyber Crime Polri terus berkolaborasi.
Baca Juga: Tes IQ: Hitung Berapa Kotak pada Gambar Ini? Jawab dalam Waktu 9 Detik!
Dampak dari adanya serangan siber yang terjadi di PDN, Komisi I DPR RI hari ini menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait pembobolan data milik Pemerintah.
Terkait serangan yang dialami PDNS, Putra Aji Adhari selaku Founder Siber Tren sekaligus mantan Peretas asal Indonesia ikut memberi tanggapan.
Menurut Aji, dari skala satu hingga sepuluh tingkat pertahanan dan keamanan data yang dimiliki Indonesia berada di angka sepuluh.
“Skala satu sampai sepuluh kerentanan data di Indonesia masih rentan, berada di angka Sepuluh untuk terus ditingkatkan,” ungkap Aji.
Meski sejumlah upaya pengamanan sudah dilakukan, Aji menilai hal tersebut masih belum sepenuhnya dioptimalkan.
Karena itu, Aji berharap agar pengelola server bisa lebih serius dan lebih berhati-hati untuk memastikan upaya mitigasi di kemudian hari.***
Share this article
Akibat serangan virus Ransomware yang dilakukan Peretas ke Pusat Data Nasional, layanan Imigrasi sejumlah bandara sempat lumpuh