News

Pusat Data Nasional Diretas, Siapakah yang Bertanggung Jawab? Ini Kata Wamen Kominfo

Oleh: Nuriyah Nofasari Jumat 28 Jun 2024, 09:51 WIB
Pusat Data Nasional (PDN) diretas, menyebabkan sejumlah layanan publik terganggu selama hampir seminggu.

AYOJAKARTA.COM -- Pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu, Pusat Data Nasional (PDN) diretas, menyebabkan sejumlah layanan publik terganggu selama hampir seminggu.

Imigrasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, dengan antrian panjang dan keluhan di media sosial yang semakin marak belakangan ini.

Pemerintah melalui Kementerian Kominfo mengkonfirmasi adanya serangan siber di Pusat Data Nasional (PDN) sementara di Surabaya. Terlepas dari status sementara atau permanen, publik mempertanyakan keamanan sistem pusat data pemerintah.

Baca Juga: Sempat Bikin Heboh Warganet, Kini Kominfo Batal Blokir Platform X atau Twitter, Kenapa?

Benarkah peretasan Kamis lalu yang berdampak pada 282 instansi layanan publik tingkat pusat dan daerah hanyalah ulah pihak yang tidak bertanggung jawab, atau ada faktor lain yang membuat sistem data kita begitu rentan dan minim pengamanan?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum terkait gangguan sistem Pusat Data Nasional (PDN) yang terjadi sejak Kamis, 20 Juni lalu. Jika dalam penyelidikan ditemukan bukti-bukti, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum.

“Nanti apabila ditemukan maka kemudian peristiwanya akan diproses oleh kepolisan” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KompasTV, pada Jumat, 28 Juni 2024.

Baca Juga: Geger! Kritik TikTokers Ibu Widya atas Kasus Vina Cirebon Bikin Geram, Razman Nasution Desak Kominfo dan Bareskrim Polri Segera Menangkapnya

PDN adalah proyek percepatan transformasi digital yang dirancang untuk menyatukan lebih dari 27.000 situs web dan server pemerintah. PDN terintegrasi melalui pusat data di tiga atau empat lokasi berbeda dengan kapasitas 43.000 core atau 72 petabyte.

Tujuan utama PDN adalah mempercepat dan meningkatkan keamanan data digital pemerintah dalam rangka mewujudkan satu data Indonesia. Namun, jika Pusat Data Nasional dapat diretas, apakah kekhawatiran publik dianggap berlebihan?

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (kominfo), Nesar Patria mengatakan peretasan pada pusat data nasional atau PDN ini merupakan sebuah insiden.

Baca Juga: X Twitter Terancam Diblokir Kominfo, 2 Aplikasi Ini Bisa Jadi Solusinya, Fiturnya Sama Persis Lho!

“Pertanyaan yang agak sulit sebetulnya Kenapa bisa kena retas ya, yang jelas ini insiden-insiden terjadi menyerang di pusat data nasional” ucap Nesar Patria.

Nesar Patria mengatakan PDNS di Surabaya diserang pada tanggal 20 Juni 2024 pada pukul 04.00 WIB. PDNS tersebut diserang oleh virus yang namanya Brand Shipper. Virus tersebut merupakan varian dari lock bit 3.0 yang sudah dimodifikasi.

“PDNS Surabaya diserang tanggal 20 Juni, diketahui sekitar pukul 04.00 pagi begitu, ada gangguan layanan di sejumlah tenan yang data-datanya itu menggunakan pdns. Nah dari sana kita ketahui berdasarkan penelusuran ternyata ee diserang oleh virus yang namanya brand shipper dia varian dari lock bit 3.0 yang sudah dimodifikasi” ucapnya.

Ia juga mengatakan motif peretasan ini adalah ekonomi karena pelaku peretasan tersebut meminta tebusan senilai 8 juta US Dollar.

“Karena dia minta tebusan ya, dia jelas menyebutkan dan sudah disampaikan juga dalam beberapa keterangan ya yang diberikan oleh baik bssn maupun oleh kominfo eh dan juga Telkom Sigma ya sebagai penyelenggara dari pdns 2 tebusan diminta 8 juta us dolar atau sekitar 131 miliar” kata Nesar.

Baca Juga: Ramai Tagar Tolak Blokir X, Kominfo Keukeuh Tetap Blokir Jika Elon Musk Tak Bisa Terapkan 2 Kebijakan Ini

Wamen Kominfo dan Informatika tersebut mengatakan dalam insiden peretasan ini yang harus bertanggung jawab yaitu pengelola PDNS, user. Namun, hal tersebut sampai saat ini masih ditelusuri.

“Ya tanggung jawabnya mungkin bertingkat ya, selain yang mengelola pdns, ya usernya juga saya kira protenan, karena ruang digital ini kan dia saling berhubungan ya dan virus itu bisa masuk dari mana saja gitu dan pada umumnya virus masuk lewat endpoint kan, lewat user” ujarnya.

“Nah ini lagi kita telisik karena temuan sementara itu terjadi di salah satu eh tenan ya salah satu tenan itu ada look hools lah sehingga virus Ini bisa masuk” lanjutnya.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil