News

Dicurigai Jadi Joki, Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Dipaksa Copot Alat Bantu Dengar Saat SNBT

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Sabtu 22 Jun 2024, 19:48 WIB
Ilustrasi alat bantu dengar pada penyandang disabilitas tuna rungu

AYOJAKARTA.COM - Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2024 telah berlangsung Mei lalu dan hasilnya juga telah diumumkan.

SNBT 2024 menyisahkan kisah pilu bagi Naufal Athallah (18), seorang penyandang disabilitas tuna rungu.

Belum lama ini ia menceritakan kisahnya yang dituduh sebagai joki oleh peserta lain karena Alat Bantu Dengar (ABD) yang ia pakai.

Baca Juga: Buka Jasa Cuci Mobil, Pasangan Tuna Rungu di Tangerang Ini Menuai Pujian

Alhasil, bukannya mendapatkan dukungan dari panitia tetapi justru diskriminasi yang ia terima. Panitia memaksanya melepas alat bantu dengar tersebut.

Kisahnya ditulis sendiri dalam akun X @naunathz tanggal 16 Juni 2024 lalu dan langsung viral dengan banyak perhatian dari warganet.

Saat Ayojakarta lihat Minggu 22 Juni 2024, postingan tersebut sudah dilihat 3,7 juta orang dan  dibagikan ulang hingga 7.500 kali serta disukai 55 ribu warganet.

Baca Juga: Cerita Fery Farhati Istri Anies Baswedan Menggunakan Alat Bantu Dengar, Pendengaran Menurun Pasca Melahirkan

Naufal menuliskan, saat menunggu ujian, ia dicurigai jadi joki. Hal ini didengarnya melalui ABD ada peserta lain menuduhnya lantaran alat yang ia kenakan.

Cibiran masih saja ia terima bahkan setelah ujian selesai dan ia kenakan kembali ABD tersebut guna bisa mendengar.

"Gw mau pulang soalnya gw mau nangis anjir abis ngerjain UTBK," tulisnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITB Jadi Joki Tes CPNS 2023, Kampus Buka Suara: Bukan Cerminan Institusi

Ketika mendaftar SNBT tidak ada opsi bagi penyandang tuna rungu, melainkan hanya untuk tunanetra dan tuna daksa.

Panitia memintanya tidak usah meng-klik opsi sebagai penyandang disabilitas maka ia pun memilih fokus belajar untuk persiapan ujian.

Naufal Athallah merupakan penyandang disabilitas tuna rungu dan sejak usia 4 tahun telah menggunakan ABD.

Alumni sebuah SMK di Tangerang Selatan ini dinyatakan gagal dalam SNBT tetapi bukan semata karena peristiwa yang terjadi.

Ia pun tidak menyerah dan akan berjuang di seleksi mandiri dengan konsekuensi biaya pendidikannya sedikit lebih mahal.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Kartika Endah Prihatin