AYOJAKARTA.COM - Meski sudah tidak lagi menyandang gelar Ibukota, Pilkada Jakarta masih menjadi magnet tersendiri bagi partai politik.
Dua bulan mendekati waktu pendaftaran Pilkada Jakarta, sejumlah nama tokoh kenamaan seperti Anies Baswedan dan Mantan Gubernur Jawa Barat muncul sebagai calon peserta.
Selain kedua mantan Gubernur tersebut, tokoh muda Kaesang Pangarep juga masuk dalam bursa peserta Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Menko PMK Jelaskan Kriteria Penerima Bansos untuk Korban Judi Online
Hadirnya nama Anies Baswedan, Kaesang Pangarep dalam bursa calon peserta Pilkada Jakarta, mendapat tanggapan dari Pengamat Politik Adi Prayitno.
Menurut Adi, kontestasi Pilkada Jakarta 2024 merupakan bentuk pertandingan ulang di tingkat provinsi antara Koalisi Indonesia Maju dengan Koalisi Perubahan.
Mantan Gubernur Jawa Barat dan Kaesang Pangarep, menurut Adi menunjukkan corak konfigurasi politik Koalisi Indonesia Maju yang dekat dengan kekuasaan.
Sedangkan Anies yang didukung oleh PKB dan tidak menutup kemungkinan akan mendapat restu dari PDIP, merepresentasikan sisi Oposisi.
Karenanya, Adi optimis corak dan konfigurasi kontestasi Pilkada Jakarta tidak akan berbeda jauh dengan Pilpres yang digelar pada Februari lalu.
Namun demikian Adi menilai terdapat sejumlah anomali atau hal berbeda yang mewarnai Pilkada Jakarta.
Hadirnya sosok Anies Baswedan yang sempat mencalonkan diri dalam kontes capres, menurut Adi merupakan suatu kemunduran.
Baca Juga: PPDB 2024: Inilah 20 SMA Negeri di Jakarta dengan Nilai Tertinggi, SMAN 8 Peringkat 1
“Secara grade politik, menurut saya ini turun, dan inilah yang menimbulkan adanya resistensi, jika di Pilpres saja kalah apalagi di Pilgub,” ungkap Adi.
Terkait dengan adanya kemungkinan Presiden Joko Widodo untuk kembali bersinergi dengan PDIP, Adi memberi tanggapan.
Menurut Adi, meski tidak terlalu nampak di permukaan, haluan politik antara PDIP dengan Joko Widodo yang merupakan kadernya sudah tidak dapat lagi disatukan.
Karena itu, Adi menilai peluang Koalisi Indonesia Maju untuk memenangkan Pilkada Jakarta akan bersinggungan dengan PDIP dan Koalisi Perubahan.
“PDIP dan Pak Jokowi sudah tidak bisa lagi dikaitkan, sudah lama wassalam, itu kenapa PDIP ada kecenderungan membangun koalisi dengan Anies Baswedan,” jelasnya.
Lebih lanjut Adi menilai, munculnya sosok Mantan Gubernut Jawa Barat dan Kaesang Pangarep dalam Pilkada Jakarta juga karena Jokowi.
Berdasarkan pada indikasi tersebut, Adi memprediksi salah satu alasan nama mantan Gubernur Jabar dan Ketua Umum PSI itu muncul karena alasan lain.
“Dan sangat mungkin nanti di kemudian hari, RK itu pendampingnya adalah Mas Kaesang, karena itu haram bagi PDIP bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju,” jelas Adi. ***