AYOJAKARTA.COM – Buah dari penggerebekkan di salah satu kantor akuntan publik, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang palsu senilai 22 miliar rupiah.
Sempat berusaha melarikan diri saat berlangsungnya penggerebekan, tiga orang yang berada di lokasi penyimpanan uang palsu senilai 22 miliar rupiah berhasil diamankan.
Selain mengamankan uang palsu senilai 22 miliar rupiah, anggota Subdit Ranmor Reskrimum Polda Metro Jaya juga mengamankan alat pencetak dan penghitung uang.
Sehubungan dengan penangkapan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi memberi pernyataan.
Baca Juga: Mantan Wakapolri Soroti Iptu Rudiana, Bisa Diberhentikan dengan Tidak Hormat
Dalam keterangannya, Kombes Ade menyebut lokasi penyimpanan dan pembuatan uang palsu berawal dari adanya laporan masyarakat.
“Berawal dari laporan masyarakat, kemudian diselidiki dan akhirnya berhasil diungkap, tersangkanya tiga orang,” jelas Kabid Humas Pola Metro Jaya dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Selasa (18/6/2024).
Lebih lanjut, Kombes Ade menjelaskan upaya pemeriksaan dan pendalaman masih terus dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sebelumnya pada 15 Juni 2024 malam, Kantor Akuntan Publik Umaryadi yang berlokasi di kawasan Srengseng, Jakarta Barat sempat menjadi pusat kemacetan.
Berdasarkan pengakuan warga sekitar, pada malam penggerebekan kantor akuntan publik yang kini dikelilingi garis polisi tersebut sempat menimbulkan kegaduhan.
Menurut salah seorang warga berinisial YD, saat malam penggerebekan sempat terdengar suara tembakan yang berasal dari sekitar atap rumahnya.
“Para pengasuh anak saya panik karena terdengar suara tembakan dua kali dan ada orang berlarian di atas rumah saya,” ungkap YD.
Sempat diduga sedang berlangsung aksi perampokan, YD memutuskan untuk keluar dan mencari tahu situasi yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Dinilai Kompeten, PDIP Bakal Fix Usung Anies Baswedan Maju Pilgub DKI Jakarta?
Dari hasil pengamatannya, YD mengetahui sedang ada peristiwa yang kemudian diketahui sebagai aksi penggerebekan.
“Kantor Umaryadi ini sempat ramai sekali dan menimbulkan kemacetan, kalau kejadian detailnya saya kurang paham,” imbuhnya.
Sehubungan adanya aktivitas di atas atap rumahnya, YD menduga hal tersebut karena ada tersangka yang berusaha melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.
Baca Juga: Penasihat Kapolri Sebut Praperadilan Pegi Setiawan sebagai Ujian Kinerja Penyidik Polda Jabar
Dugaan tersebut juga diperkuat karena YD sempat mendengar suara peringatan yang berasal dari anggota kepolisian.
“Mereka sempat berlarian di atap mungkin berusaha melarikan diri, saya cuma denger suara stop kalo nggak saya tembak,” ungkap YD.
Lebih lanjut, YD juga menegaskan sempat mendengar suara tembakan sebanyak dua kali yang diduga merupakan tembakan peringatan.***