AYOJAKARTA.COM - Masjid Istiqlal Jakarta menerima dua sapi kurban istimewa dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin pada Jumat, 14 Juni 2024 sore.
Kedua hewan tersebut tak hanya menjadi simbol kepedulian sosial, tetapi juga menarik perhatian publik dengan perbandingan bobotnya yang mencolok.
Sapi kurban dari Presiden Jokowi, seekor Simental berbobot 1.192 kilogram, menjadikannya salah satu sapi terberat yang pernah disumbangkan ke masjid nasional ini.
Baca Juga: Tahun Ini Idul Adha Muhammadiyah Beda dengan Arab Saudi, Berikut Penjelasannya
Sementara itu, sapi Wapres Maruf Amin, berjenis Limosin, tak kalah imposannya dengan bobot mencapai 1.164 kilogram.
Penyerahan hewan kurban dilakukan Kepala Biro Administrasi Sekretariat Presiden RI, Sony Kartiko dan Plh Kepala Biro Perencanaan Keuangan Wakil Presiden RI, Purno Wiyanto.
"Kami serahkan sapi bantuan kemasyarakatan presiden ini kepada Istiqlal, kiranya juga dapat dilakukan pengelolaan termasuk penyembelihan dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat. Kami harapkan bantuan ini dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat," kata Purno Wiyanto dikutip ayojakarta.com dari istiqlal.or.id, Sabtu (15/6/2024).
"Alhamdulillah, hewan kurban dari Wapres RI sudah lulus uji klinis dan laboratorium, memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam, sehingga siap untuk disembelih pada waktunya," tambahnya.
Baca Juga: 3 Syarat Penting Orang yang Diwajibkan untuk Berkurban Idul Adha, Sunnah Muakkad Bagi Umat Islam
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menerima langsung kedua hewan tersebut sebagai amanah untuk disalurkan kepada umat Islam yang membutuhkan.
Rencananya, penyembelihan kedua hewan kurban ini akan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Masjid Istiqlal pada Selasa 18 Juni 2024, bertepatan dengan 11 Zulhijah 1445 H.
Daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat melalui perwakilan yayasan, lembaga, masjid dan musala yang sebelumnya telah mengajukan proposal dan diverifikasi panitia.
Peristiwa penyembelihan ini bukan hanya menjadi momen keagamaan tetapi juga momentum solidaritas dan kebersamaan dalam berbagi rezeki di tengah masyarakat.***