AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengumumkan Idul Adha 1445 H jatuh pada hari Senin 17 Senin 2024.
Tanggal ini tidak ada perbedaan antara Nu dan Muhammadiyah. Artinya, Idul Adha tahun ini akan dirayakan bersamaan di seluruh Indonesia.
Namun, ternyata Idul Adha di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi.
Muhammadiyah biasanya bersamaan dengan Arab Saudi. Lalu kenapa tahun ini berbeda?
Berikut penjelasan sebagaimana dilansir Ayojakarta.com dari laman muhammadiyah.or.id, Sabtu 15 Juni 2024.
Baca Juga: Makin Disorot! Peran Janggal Iptu Rudiana di Kasus Vina Cirebon Diungkap Kuasa Hukum Pegi Setiawan
Penyebab utama perbedaan terletak pada metode penentuan awal bulan Kamariah yang digunakan keduanya. Wujudul Hilal dan Rukyatul Hilal.
Wujudul Hilal adalah metode yang digunakan Muhammadiyah saat ini untuk menentukan awal bulan Kamariah.
Melalui metode ini, bulan Kamariah baru dimulai jika pada hari ke-19 bulan berjalan, saat matahari terbenam, terpenuhi tiga syarat secara kumulatif.
1. Telah terjadi konjungsi (ijtimak)
2. Konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam
3. Sada saat matahari terbenam, bulan atau piringan atasnya masih di atas ufuk
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka umur bulan digenapkan menjadi 30 hari.
Pada tanggal 6 Juni 2024 atau yang bertepatan dengan 29 Dzulqa'dah 1445 H menurut kalender Muhammadiyah, konjungsi belum terjadi saat Magrib tiba.
Konjungsi baru terjadi pada pukul 19:04 WIB, sehingga syarat untuk memulai bulan baru tidak terpenuhi.
Untuk itu, Muhammadiyah menggenapkan bulan Dzulqa'dah menjadi 30 hari.
Artinya, 1 Dzulhijjah 1445 H ditetapkan pada Sabtu 8 Juni 2024. Jadi Idul Adha jatuh di Hari Senin 17 Juni 2024.
Sedangkan Rukyatul Hilal adalah metode yang mengandalkan pemantauan hilal (bulan sabit pertama) secara visual saat matahari terbenam pada tanggal 29 bulan kamariah.
Rukyat dilakukan hanya jika telah terjadi konjungsi bulan-matahari dan pada saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk dan dalam posisi yang memungkinkan untuk terlihat.
Jika pada tanggal tersebut hilal tidak terlihat, baik karena faktor cuaca atau yang lain. Maka bulan kamariah digenapkan menjadi 30 hari.
Pemerintah Arab Saudi, yang menggunakan metode Rukyatul Hilal, mengumumkan hilal telah terlihat pada maghrib di tanggal 6 Juni 2024.
Dengan penampakan hilal ini, mereka menetapkan bahwa Jumat, 7 Juni 2024, adalah awal Dzulhijjah 1445 H.
Berdasarkan keputusan ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 16 Juni 2024.***

Share this article
Lebaran Idul Adha tahun 2024 versi Muhammadiyah berbeda dengan Arab Saudi, simak penjelasannya berikut!