AYOJAKARTA.COM – Di tengah perseteruan kasus dugaan Ijazah Palsu milik Joko Widodo, kabar mengejutkan datang dari Dian Sandi yang merupakan salah satu kader PSI.
Dian Sandi menurut Profesor Yusuf Leonard Henuk selaku Guru Besar USU, merupakan pencetus utama kisruhnya kasus dugaan Ijazah Palsu milik Jokowi.
Berkenaan dengan kasus dugaan Ijazah Palsu, Yusuf Leonard melaporkan Dian Sandi ke Bareskrim Polri dengan tuduhan telah menyebarkan dokumen pribadi milik Joko Widodo.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Prabowo Larang Kader Gerindra Gaungkan Dua Periode
Yusuf menilai kedekatan Dian Sandi sebagai kader PSI yang diketuai oleh salah satu putra Joko Widodo, tidak membuatnya memiliki kewenangan melakukan penyebaran.
Perdebatan keaslian ijazah antara kubu Roy Suryo, Rismon Sianipar serta Dokter Tifa sebagai terlapor, menurut Yusuf disebabkan karena unggahan Dian di akun X.
“Dia sudah mengaku asli, dan kalau itu asli, kenapa dia sebar, padahal menurut hukum menyebar ijaza orang tanpa izin itu salah,” ungkapnya dikutip YouTube Forum Keadilan.
Karenanya, selain melanggar Undang-Undang terkait pelanggaran ITE, Yusuf Leonard juga menilai Dian telah menyalahi ketentuan terkait privasi dalam hal ini Joko Widodo.
Sebelumnya saat di Sumatera Utara, Yusuf Leonard juga sudah pernah melaporkan kasus dugaan Ijazah Palsu milik salah satu kader PDIP Nixon Nababan.
Baca Juga: Kamu Sering Ceroboh? Ini 3 HP Tahan Banting dan Super Awet Harga Rp1 Jutaan: Sudah Bersertifikat
Meski proses hukum yang melibatkan kader PDIP tersebut sudah diupayakan ke Propam, namun perkembangan penanganan masih belum sepenuhnya diketahui hasilnya.
Selain pernah melaporkan Nixon Nababan terkait kasus dugaan ijazah palsu, Yusuf Leonard juga berhasil menanggalkan gelar Profesor dari Musni Umar dalam kasus serupa.
“Melawan Nixon Nababan itu susah karena dia punya jaringan ke atas, saya sudah lapor dari Polres Tapanuli Utara sampai ke Propam,” imbuhnya.
Terlepas dari persoalan keaslian ijazah, Yusuf Leonard menilai Dian Sandi sengaja mengunggah ke platform X atas sepengetahuan Joko Widodo.
Selain untuk mempengaruhi opini publik, tujuan diunggahnya ijazah milik Joko Widodo juga agar mendapat respon positif dari masyarakat.
Namun demikian, Yusuf Leonard mengimani bahwa ijazah yang banyak beredar tersebut merupakan ijazah palsu sehingga perlu dibuktikan dengan hasil transkrip nilai.
Disamping dugaan ijazah palsu Fakultas Kehutanan asal UGM, Yusuf Leonard juga menduga Joko Widodo juga telah memalsukan ijazahnya di SMA.
Karena itu ia berharap agar proses hukum yang saat ini sedang berlangsung terkait ijazah SMA Jokowi di PN Surakarta dapat berjalan tanpa adanya intervensi.
“Tulisan nama Joko Widodo juga buat saya tidak masuk akal, karena umumnya saat itu menggunakan ejaan lama DJ,” pungkasnya. ***