AYOJAKARTA.COM -- Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Anita Jacoba, mengkritik penyerapan anggaran dan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).
Dalam pernyataannya, Anita menyampaikan keprihatinan terhadap sejumlah persoalan yang terus berlanjut terkait penggunaan anggaran APBN.
Anita menyoroti bahwa meskipun anggaran yang diberikan telah cukup besar, belum semua digunakan secara efektif.
Dia menegaskan bahwa hingga saat ini, masih banyak persoalan terkait realisasi anggaran dan penyerapan anggaran APBN di daerah. Contohnya, masih ada guru P3K yang belum menerima Surat Keputusan (SK) dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta banyak bangunan sekolah yang terbengkalai.
Pihaknya juga menyoroti kurangnya pengawasan dari pemerintah terhadap penggunaan anggaran.
Menurutnya, KPK seharusnya memberikan rekomendasi kepada Kemendikbud untuk memperbaiki hal ini, dengan melakukan verifikasi data melalui dinas terkait, bukan membebani dinas pendidikan dengan tanggung jawab tersebut.
"saya minta P pimpinan kita berikan rekomendasi kepada KPK periksa dari 2021 2022 2023 enggak usah tambah anggaran kalau memang banyak korupsi uang negara habis bukan untuk rakyat saya marah pak Menteri," murka Anita.
Anita juga mengkritik kebijakan Kemendikbud yang dianggap tidak memperhatikan data yang diberikan oleh sekolah melalui Dapodik.
Baca Juga: Alhamdulillah! Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT Tahun Ini
Dia menekankan pentingnya verifikasi data oleh Kementerian terhadap dinas dan kepala sekolah sebelum disampaikan kepada DPR.
Lebih lanjut, Anita menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada anggaran besar, tetapi juga memperhatikan dampaknya secara langsung kepada masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil dan tertinggal.
Dia menyerukan agar KPK melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran Kemendikbud dari tahun 2021 hingga 2023, serta memberikan rekomendasi untuk memperbaiki sistem penyaluran anggaran demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Jadi kalau kita mau bicara soal anggaran Pak, jangan ditambah, Tuhan juga tidak ingin semua uang negara ini hilang saya yakin dan percaya sampai ini anggaran turun karena Tuhan itu lihat air mata orang miskin," katanya dengan nada emosi tinggi.
Anita mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa pemerintahan yang baru akan memperhatikan kinerja Kementerian dan menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, demi kemajuan dan keadilan bagi seluruh anak negeri.