News

Gibran Pede Indonesia Bakal Integrasikan Kurikulum AI di Semua Jenjang Pendidikan, 2 Kelemahan Ini Bayangi Penerapannya

Oleh: Fina Salsabila Aura Minggu 11 Mei 2025, 07:11 WIB
Gibran Pede Indonesia Bakal Integrasikan Kurikulum AI di Semua Jenjang Pendidikan, 2 Kelemahan Ini Bayangi Penerapannya

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia bersiap menghadapi era digital dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan coding ke dalam kurikulum pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan telah menyiapkan naskah akademik dan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran AI yang akan diimplementasikan pada tahun ajaran baru di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.

"Nanti di tahun ajaran baru kita mulai memasukkan kurikulum AI, pelajaran AI di SD, SMP, SMA, SMK," kata Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Tidak Hadiri Acara Silaturahmi Forum Purnawirawan TNI, Keberadaan Gibran Rakabuming Dipertanyakan Banyak Kalangan

Gibran juga menekankan pentingnya fokus pada pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang akan dipercepat implementasinya.

"Untuk itu kita harus kerja keras terutama menghasilkan anak-anak kita yang menguasai teknologi ini, menguasai cyber, menguasai artificial intelligence. Karena itu, saudara-saudara, kita akan fokus kepada pendidikan yang kita sebut STEM: sains, teknologi, engineering, mathematics. Ini akan kita kebut juga," kata Gibran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa rancangan peraturan menteri tentang pembelajaran AI dan coding masih dalam proses harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan kementerian terkait lainnya.

Baca Juga: Mustahil! Mahfud MD Bongkar Alasan Pemakzulan Gibran Nyaris Tak Mungkin Terjadi: Secara Politik Sangat Sulit!

Meskipun membawa banyak manfaat dan kemudahan, implementasi AI dalam pendidikan juga memunculkan beberapa kekhawatiran.

Abdul Mu'ti mengakui adanya dua kelemahan utama dalam penerapan AI di pendidikan. Dia menilai, kelemahannya karena AI kini bisa diakses dengan mudah dan bisa cepat.

"Bisa jadi informasi yang diperoleh itu belum tentu informasi yang benar, sehingga memang penggunaan AI ini tetap perlu dipandu oleh para guru. Merekalah yang memahami materi pelajarannya," katanya.

"Kemudian yang kedua adalah bagaimana penggunaan AI dan gawai ini tetap disinkronkan dengan dorongan untuk mereka membaca, dorongan untuk mereka bisa melakukan aktivitas-aktivitas pembelajaran yang tidak sepenuhnya bergantung atau hanya menggunakan teknologi," lanjutnya.

Baca Juga: Asyik Diskusi Soal Regulasi Pemakzulan Gibran Rakabuming sebagai Wapres, Pakar Hukum Tata Negara Ini Ditelpon Presiden

Selain itu, terdapat kekhawatiran dari berbagai pihak bahwa kemudahan akses informasi melalui AI dapat membuat siswa menjadi kurang rajin dalam proses pembelajaran tradisional, khususnya kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Pertanyaan ini juga diajukan kepada Abdul Mu'ti mengenai potensi dampak negatif kemudahan teknologi terhadap motivasi belajar siswa.

AI diharapkan dapat menjadi pelengkap dalam proses pembelajaran pendidikan dasar dan menengah, bukan sebagai pengganti metode pengajaran konvensional.

Abdul Mu'ti memberikan contoh implementasi termasuk penggunaan AI dalam pengajaran bahasa Inggris dan matematika yang mengkontekstualisasikan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Beda Sikap Soal Gibran Sebagai Wapres, Benarkah Persatuan Purnawirawan Tandingan Forum Purnawirawan?

"AI tadi dicontohkan sebagai salah satu metode yang dipakai oleh guru bahasa Inggris yang menggunakan pendekatan AI dalam mengajarkan bahasa Inggris. Selain dia menjadi sebuah metode yang menarik, juga kelebihan dari AI adalah bisa memberikan layanan pendidikan yang juga cepat karena akselerasi akses itu bisa diperoleh murid dibanding dengan dia membaca buku," jelas Abdul Mu'ti.

dia juga menekankan pentingnya tetap mendorong siswa untuk membaca buku teks baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.

"Mata pelajaran AI dan coding ini masih bersifat pilihan, bukan mata pelajaran wajib," dengan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung implementasinya," katanya.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil