AYOJAKARTA.COM -- Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program revitalisasi atau renovasi pendidikan yang berfokus pada perbaikan sarana prasarana sekolah di seluruh Indonesia.
Program renovasi sekolah ini direncanakan akan dicanangkan oleh Presiden Prabowo yang sedianya akan hadir langsung, namun karena beberapa pertimbangan tertentu, acara diselenggarakan di tempat lain.
Khusus untuk SD Negeri 02 dan 03 Lui Batu, akan dibangun gedung dua lantai dilengkapi dengan sarana smart classroom atau kelas cerdas, perpustakaan, toilet, dan berbagai sarana prasarana lainnya.
"Ini adalah bagian dari komitmen Bapak Presiden agar pendidikan kita semakin maju, pendidikan kita semakin berkualitas, maka salah satu yang beliau tekankan adalah pembangunan sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan standar pendidikan yang berkualitas," ungkap Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dalam acara tersebut.
Selain renovasi sekolah, Presiden Prabowo juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi para guru.
Setelah sebelumnya meningkatkan tunjangan guru ASN dan non ASN, kini pemerintah meluncurkan program bantuan untuk guru honorer yang akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan bantuan studi sebesar 3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1.
"Ini juga bagian dari usaha dan komitmen Bapak Presiden agar pendidikan kita menjadi pendidikan yang bermutu karena mutu pendidikan itu di antara yang menentukan adalah kualitas para gurunya, kualitas proses belajar dan mengajar," jelas Menteri Abdul Mu'ti, menambahkan harapan bahwa dengan peningkatan tunjangan ini, semangat para guru juga akan meningkat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan bangsa dan menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap sektor ini yang tercermin dari alokasi APBN untuk pendidikan yang mencapai lebih dari 22%, tertinggi sepanjang sejarah republik.
"Pendidikanlah yang menentukan apakah negara ini mau jadi negara miskin atau negara ini mau jadi negara yang baik untuk rakyatnya," tegas Presiden Prabowo.
Dia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi banyak sekolah yang rusak meski anggaran pendidikan cukup besar, dan menyatakan tekadnya untuk melakukan penghematan demi memperbaiki sebanyak mungkin sekolah di seluruh Indonesia dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Baca Juga: Prabowo akan Bertemu Forum Purnawirawan TNI, Siap Bahas Wacana Pemakzulan Gibran?
"Kita tidak boleh menyerah, tidak boleh kita 30 tahun memperbaiki sekolah-sekolah itu. Karena itulah saya bertekad melakukan penghematan terus-menerus. Kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya," ujar Presiden Prabowo di hadapan para hadirin yang disambut dengan tepuk tangan meriah.***