AYOJAKARTA.COM - Kasus Jessica Wongso mengenai pembunuhan Mirna Salihin menggunakan Kopi Sianida memasuki babak baru.
Rismon Sianipar selalu ahli digital forensik kembali mencoba mengupas rekayasa CCTV yang digunakan dalam persidangan.
Rismon Sianipar mengaku kecewa karena CCTV tersebut digunakan untuk menganalisa gejala dari Sianida.
Rismon Sianipar mengatakan bahwa CCTV tersebut digunakan oleh Slamet Purnomo, yakni seorang Dokter Forensik.
“CCTV rekayasa tersebut juga digunakan oleh Dokter Forensik Slamet Purnomo dalam menganalisa gejala,” kata Rismon dikutip dari YouTube Balige Academy pada, Kamis 18 April 2024.
Rismon Sianipar merasa kecewa karena CCTV yang ia duga sudah direkayasa justru dengan percaya diri digunakan sebagai alat mendiagnosa gejala Sianida.
"Dia justru sangat yakin dengan gejala yang ditunjukkan Jessica,” ucap Rismon.
Rismon Sianipar juga menyampaikan bahwa CCTV rekayasa ini juga digunakan untuk menganalisa gestur dsri Jessica Wongso.
"Sama seperti Psikolog Antonia Ratih Andjayani. Mereka ini asal percaya saja," kata Rismon.
Menurutnya, jika para ahli asal percaya saja pada CCTV tersebut, lembaga pengadilan Indonesia justru dalam ancaman.
“Kalau para ahli asal percaya tanpa nalar sama sekali, habislah lembaga pengadilan kita," ujar Rismon.
Oleh karena itu, Rismon Sianipar merasa bahwa Jessica Wongso dikriminalisasi pada kasus Kopi Sianida ini.
Ia sudah mengirim 37 bukti yang bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya ke pihak Kepolisian mengenai CCTV yang diduga telah direkayasa.
Meski demikian, pihak Kepolisian sampai saat ini belum memberikan tanggapan mengenai 37 bukti yang sudah dikirimkan oleh Rismon Sianipar.
Sehingga, laporan yang sudah diberikan oleh Rismon Sianipar nasibnya masih belum jelas dan belum ada reaksi dari pihak yang bersangkutan.***