AYOJAKARTA.COM — Siap menyambut kedatangan jemaah haji ndonesia pada Jumat 2 Mei 202, ratusan Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Daerah Kerja Bandara sudah lakukan gladi posko.
Setidaknya sebanyak 6.761 jemaah haji termasuk pembimbing kloter yang akan tiba pada hari pertama kesatangan Jemaah Jumat 2 Mei.
Kloter haji tersebut terbagi dari 17 penerbangan dari embarkasi berbeda mulai dari Jakarta Pondok Gede, Lombok, Solo, Makassar dan Batam.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir memastikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Bandara telah siap menyambut kedatangan Jemaah Haji Indonesia.
Baca Juga: Dadakan Banget! Tes PPPK Tahap 2 Ditunda, Padahal Peserta Sudah Pesan Hotel, Apa Penyebabnya?
Dijadwalkan, jemaah haji Indonesia akan tiba pertama kali di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Jumat (2/5/2025).
"Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi yang ada di Madinah," ujar Basir di Madinah, Arab Saudi, Rabu (30/4/2025).
Basir menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Madinah. Dilanjutkan berkoordinasi dengan beberapa Syarikah yang ada di Bandara Madinah.
"Kami juga telah rapat dengan seluruh syarikah. Ada 8 syarikah di Madinah untuk persiapan pelayanan kedatangan jemaah haji kita," tambah Basir.
Basir mengungkapkan, Daker Bandara telah menyiapkan beberapa petugas yang datang dari Indonesia maupun tenaga pendukung yang direkrut di Arab Saudi. Untuk yang dari Arab Saudi, kata Basir, juga mengikuti bimbingan teknis.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Wajibkan Vasektomi untuk Dapat Bansos? Begini Pandangan Islam!
"Nantinya sekitar 50 orang ditempatkan di Bandara dan yang sudah tiba dari Jakarta kurang lebih ada 90 orang. Insya Allah nanti akan kami lakukan upaya-upaya persiapan untuk kedatangan Jemaah," tuturnya.
Basir menjelaskan, pada hari pertama kedatangan, Jumat (2/5/2025), akan tiba 17 kloter jemaah haji Indonesia di Bandara AMMA. Tiga kloter direncanakan akan tiba pada pagi hari waktu Madinah.
"Pertama landing pukul 6.15 pagi dari JKG (Embarkasi Jakarta Garuda) 1. Lalu berikutnya ada pukul 7.20 LOP (Embarkasi Lombok) 1 dan yang ketiga SOC (Embarkasi Solo) 1 pukul 9.40," jelasnya.
Basir juga menyoroti layanan fast track yang akan diberikan khusus bagi jemaah dari tiga embarkasi: Surabaya, Solo, dan Jakarta.
Untuk embarkasi Jakarta, layanan dibagi menjadi dua kode, yaitu JKG (Jakarta Garuda) dan JKS (Jakarta Saudia). Layanan lainnya disediakan di Terminal Internasional, Terminal Haji, dan area layanan Zero.
Baca Juga: Geger! Dedi Mulyadi Usul Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Warga Dijanjikan Uang Rp500 Ribu
“Fast track memungkinkan proses imigrasi dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga jemaah bisa langsung menuju bus menuju hotel,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Agama. Nasarudin Umar berpesan agar hari pertama kedatangan jemaah haji haria dilayani secara maksimal dan tidak ada kesalahan atau zero mistake.
Menteri Nasarudin ingin memberikan kesan yang sangat baik kepada jemaah haji kloter pertama karena sangat menentukan citra petugas haji pada hari-hari berikutnya.***