News

Jusuf Hamka Ogah Pamer Harta Meski Jadi Konglomerat: Gak Flexing Aja Orang Kenal Saya

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 08 Mar 2024, 07:34 WIB
Jusuf Hamka

AYOJAKARTA.COM - Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka baru-baru ini membeberkan alasannya untuk tidak pamer harta meski jadi konglomerat.

Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube JUSUF HAMKA, Jusuf Hamka menanggapi pertanyaan Richard Lee tentang gaya berpakaiannya yang sederhana.

Selama ini Jusuf Hamka memang kerap tampil dengan pakaian yang sederhana dan tidak menampilkan kemewahan.

Baca Juga: Profil Jusuf Hamka, Pengusaha Jalan Tol Sukses yang Pernah Diisukan Tak Bayar Pajak Selama 35 Tahun

Ia mengatakan dirinya enggan pamer harta dan berpenampilan mewah karena dirinya ingin menikmati.

Oleh karena itu, ia mengaku tidak peduli dengan yang dikatakan orang lain terhadap penampilannya meski menjadi seorang konglomerat.

“Dokter naik mobil mewah, dokter mau nampang atau mau menikmati? Kalau menikmati bodo amat orang ngomong. Kalau mau nampang kita harus pakai mewah-mewah, pakai cincin berbiji-biji, jam berbiji-biji,” kata Hamka dikutip pada Jumat (8/3/2024).

Baca Juga: Jusuf Hamka Tampik Isu Tak Bayar Pajak 35 Tahun, Bagikan Tips Jadi Konglomerat, Bisa?

Hamka mengaku dirinya kerap tampil dengan pakaian sederhana, bahkan kadang kali memakai celana pendek.

Menurutnya tidak ada masalah jika tetap berpenampilan sederhana meski memiliki banyak harta.

Hamka mengungkapkan dirinya enggan flexing dan berpenampilan mewah karena ia ingin tampil apa adanya.

Baca Juga: Ramai Diisukan Tak Bayar Pajak, Jusuf Hamka Rupanya Punya Cita-cita Mulia Bangun 1000 Masjid, Ini Kisahnya

Menurutnya, tanpa memamerkan hartanya sekalipun sudah banyak orang yang mengenali dirinya.

“Kalau saya kan memang apa adanya. Gua mau menikmati. Mau ngapain juga? Enggak flexing aja orang kenal saya. Apalagi saya flexing, orang eneg ntar sama saya,” ungkapnya.

Hamka menilai tidak ada masalah jika ada orang lain yang ingin memamerkan harta yang dimilikinya.

Akan tetapi, Hamka mengingatkan agar hal tersebut tidak membawa dampak buruk terhadap  orang lain.

“Banyak orang flexing sebenarnya kan sah-sah saja. Tapi kalau sampai buat ngapusin orang, ngebohongin orang, enggak boleh. Kalau dia mau nampang-nampang dia kaya, asal jangan merugikan orang. Fine-fine saja kok,” pungkasnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris