News

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Mulai Disimulasikan, Muncul Wacana Pakai Dana BOS, Rugi Dong?

Oleh: Nuriyah Nofasari Sabtu 02 Mar 2024, 08:52 WIB
Capres-Cawapres No Urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming

AYOJAKARTA.COM - Program makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto telah menjalani uji coba di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten. Meskipun Prabowo Subianto belum secara resmi memenangkan Pilpres 2024 namun, langkah ini sudah menjadi perhatian serius.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut hadir dalam uji coba ini. Beliau menyebutkan bahwa anggaran untuk makan siang gratis akan diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Namun, pertanyaannya, apakah program ini akan membebani anggaran sekolah?

Baca Juga: Mahfud MD Tanggapi Terkait Simulasi Makan Siang Gratis yang Sudah Dilakukan: Seharusnya Tidak DIbicarakan

Dalam simulasi yang dilakukan pada hari Kamis lalu, makanan senilai Rp15.000 per anak disajikan dengan empat pilihan menu, termasuk nasi ayam, nasi semur, gado-gado, dan siomay.

Dana untuk program ini berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan setempat, bukan dari APBN.

Ini menunjukkan bahwa anggaran program makan siang gratis yang menjadi andalan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming membutuhkan dukungan fiskal yang besar, setidaknya sebesar Rp440 triliun untuk diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Sri Mulyani Ketar-Ketir akan Program Prabowo-Gibran: Makan Siang Gratis Perlu Dikaji Sebab Defisit APBN 2024

Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pembiayaan program ini akan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pendekatan ini memang lebih mudah dipantau dan dana dapat langsung dicairkan ke rekening sekolah terkait.

“Kami mengusulkan pola pendanaannya melalui Bantuan Operasional Sekolah spesifik atau dana BOS Afirmasi untuk khusus menyediakan makan untuk siswa” ucap Airlangga Hartarto, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Metro TV, pada Sabtu, 2 Maret 2024.

Mantan Bupati Tangerang dan ketua tim kampanye Prabowo-Gibran DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar juga menambahkan bahwa skema penggunaan dana BOS akan lebih mudah dipantau dan mudah dicairkan ke rekening sekolah.

Baca Juga: Soal Anggaran Program Makan Siang Gratis Rp15 Ribu Per Anak, Menkes: Kalau di Yogyakarta Cukup

“Skema pendanaan tersebut pemantauan anggaran akan jelas dan tertib bisa langsung dicairkan ke rekening tersebut” ucap Ahmed Zaki Iskandar.

Namun, perlu diingat bahwa evaluasi terlebih dahulu akan dilakukan. Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden, menyatakan bahwa mereka akan mengevaluasi hasil uji coba ini bersama dengan murid-murid, orang tua murid, guru, dan kepala sekolah.

Ini bertujuan untuk memperbaiki skema program sesuai dengan masukan dan evaluasi yang diterima.

“Ini kan kita uji coba dulu, kita evaluasi bersama murid-murid, orang tua murid, guru, kepala sekolah dan lain-lain, ya nanti kalau ada masukan ada evaluasi ya pasti akan diperbaiki lagi, skema-skema yang ada sekarang” ucap Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

"Untuk sekarang, saya fokus dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada di Solo dulu. Soal dana, belum tentu, belum pasti. Untuk sekarang, saya fokus dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada” lanjutnya.

Baca Juga: Menteri-Menteri Sebut Ada Pembahas Program Makan Siang Gratis pada Saat Sidang Kabinet, Jokowi: Ndak Ada

Diketahui dana BOS Afirmatif atau afirmasi adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah tertinggal.

Dalam hal ini, dana BOS memiliki peran penting sebagai program afirmasi pemerintah pusat bertujuan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris