News

Respon AHY Terkait Hak Angket: Kami Tidak Melihat Ada Kepentingan Itu

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 26 Feb 2024, 06:53 WIB
Menteri ATR/ Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY memberikan respon terkait isu penggunaan hak angket DPR.

AHY mengatakan partai Demokrat tidak melihat adanya urgensi untuk menggunakan hak angket terkait Pemilu 2024.

“Kami dari partai Demokrat secara tegas mengatakan kami tidak melihat ada kepentingan itu,” ucap AHY, dikutip dari Kompas TV, Senin (26/2/2024).

Baca Juga: AHY Mau ‘Gebuk’ Mafia Tanah, Rocky Gerung: Menggebuk Oligarki di Sekitar Jokowi Dong?

Dibandingkan dengan hak angket, AHY menyampaikan bahwa dirinya lebih tertarik mengenai rekonsiliasi bangsa pasca-Pemilu 2024.

"Saya justru lebih tertarik pasca pemilu ini, setelah kita mengetahui itu namanya pertempuran politik menyisakan orang yang kecewa, orang marah yang belum bisa mencapai targetnya, kita mulai merajut kembali rekonsiliasi bangsa dan itu harus kita tunjukkan secara genuine," ujar AHY.

Fokus membangun negeri menjadi hal yang lebih penting menurut AHY, dibanding terus terjebak dalam persoalan pemilu.

Baca Juga: AHY Dilantik Jadi Menteri Disebut Jadi Pesaing Baru Gibran, Jokowi Salah Strategi? Rocky Gerung: Taktik SBY untuk Memastikan...

“Karena kita ingin Indonesia tidak terlalu lama terjebak pasca Pemilu ini, dalam urusan-urusan yang juga tidak produktif bagi pembangunan bangsa,” ucapnya

Selain itu, AHY mengatakan bahwa saat ini proses perhitungan suara masih berlangsung, sehingga perlu dihormati.

"Walaupun sekali lagi kita menghormati penghitungan masih berlangsung. Bagaimanapun kita menunggu secara formal dan resmi oleh KPU,” ucap AHY.

Baca Juga: Bahas Soal AHY Jadi Menteri Baru, Rocky Gerung: Rezeki Hasil Pragmatisme

Kemudian, AHY mengatakan tidak melihat sesuatu yang aneh pada Pemilu 2024, karena jarak perolehan suara yang besar antara pasangan Prabowo-Gibran dengan pasangan calon lainnya.

“Bisa dilihat secara rasional juga hasil penghitungan sementara terkait dengan pilpres ini sudah menempatkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai kandidat yang unggul dan jauh, unggul marginnya besar," ucapnya.

Sisa jabatan 8 bulan masa kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin justru menjadi hal penting bagi AHY, karena masuk ke dalam masa transisi kepemimpinan nasional.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Desi Kris