AYOJAKARTA.COM -- Kecelakaan tragis terjadi di ruas tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, tepatnya di kilometer 332 pada Sabtu dini hari (12/4).
Kecelakaan yang mengakibatkan ada korban meninggal tersebut melibatkan sebuah bus rombongan suporter Persebaya Surabaya dan sebuah minibus.
Menurut keterangan yang dihimpun, bus membawa rombongan suporter Persebaya ini akan menuju Jakarta. Sementara minibus BRV melawan arah dan diduga membawa rokok ilegal.
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Tewaskan Sepasang Kekasih Asal Riau di Solok
Insiden bermula saat minibus yang dikemudikan oleh Fauzi Ramdani nekat melaju melawan arah (contraflow) di jalur cepat jalan tol sejauh kurang lebih 13 hingga 14 kilometer.
Minibus melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam, sementara bus yang membawa puluhan suporter melaju pada kecepatan normal 90 kilometer per jam di jalur yang semestinya.
Menurut keterangan Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Roni Hidayat, pengemudi minibus sempat keluar dari Rest Area KM 319.
Namun bukannya kembali ke jalur yang sesuai, ia justru memutar arah dan masuk ke jalur cepat secara melawan arus.
Baca Juga: Kecelakaan Warnai Arus Balik Lebaran, Pengendara Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
“Sesampai di rest area 319 juga pengemudi BRV tersebut kembali keluar, namun melakukan upaya tidak menuju jalur semestinya. Namun contraflow atau melawan arah di jalur dua (jalur cepat),” ungkap AKP Roni Hidayat, dikutip dari YouTube Metro TV, Sabtu (12/4).
Kecelakaan fatal pun tak terhindarkan saat kedua kendaraan bertabrakan sekitar 14 kilometer dari titik rest area.
Bagian depan bus mengalami kerusakan berat, sementara minibus ringsek total akibat benturan keras.
Meski seluruh penumpang bus dinyatakan selamat, mereka mengalami syok dan trauma pasca-kejadian.
Namun, kecelakaan tersebut menelan korban jiwa dari pihak minibus.
Satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi minibus, Fauzi Ramdani, dalam kondisi kritis.
Setelah kejadian, pengemudi BRV langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
Terutama bagi kalian yang melintas di jalan tol yang memiliki risiko tinggi akibat kecepatan kendaraan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan kondisi pengemudi minibus sebelum kejadian.
Kasus ini juga memicu kembali perhatian terhadap pengawasan lalu lintas dan pentingnya edukasi keselamatan berkendara demi mencegah insiden serupa di masa mendatang.***