News

Ahli Psikologi Forensik Ungkap Motif dan Pola Kejahatan Seksual Dokter PPDS Unpad Priguna Anugrah Pratama: Sudah Mahir, Punya Kelainan

Oleh: Asti Aureli Septania Kamis 10 Apr 2025, 17:40 WIB
Reza Indragiri, seorang ahli psikologi forensik, memberikan analisis terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Priguna Anugrah Pratama.

AYOJAKARTA.COM -- Reza Indragiri, seorang ahli psikologi forensik, memberikan analisis terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Priguna Anugrah Pratama, dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Dalam pembahasannya, Reza menyoroti beberapa aspek penting termasuk cara pelaku melancarkan rencana hingga dugaan kelainan seksual.

Reza Indragiri mengungkapkan bahwa pelaku menunjukkan indikasi memiliki kelainan perilaku seksual.

Baca Juga: Bejat, Aksi Kekerasan Seksual Dokter PPDS Unpad kepada Anak Pasien RSHS Dijatuhi Hukuman 12 Tahun Penjara

Salah satu dugaan adalah bahwa pelaku memiliki preferensi terhadap korban yang dalam kondisi tidak sadar, yang secara psikologi dikenal dengan istilah somnophilia.

Hal ini diperkuat dengan modus pelaku yang selalu menggunakan obat bius untuk membuat korban pingsan sebelum melakukan tindakan kekerasan seksual.

Motivasi dan Pola Perilaku

Reza menjelaskan bahwa tindakan pelaku tidak hanya mencerminkan penyimpangan seksual tetapi juga adanya perencanaan yang matang.

Baca Juga: UNDIP Akhirnya Akui ada Perundungan di Lingkungan PPDS, Minta Penangguhan Praktik Dicabut, apa Komentar Warganet?

“Pelaku terlihat fasih dan terlihat sudah terbiasa dan terampil, jika melihat ada perencanaan yang matang,” jelasnya.

Pelaku menggunakan posisi dan pengetahuannya sebagai tenaga medis untuk memanipulasi korban.

Modus seperti ini menunjukkan adanya pola perilaku predatoris yang berbahaya, di mana pelaku memanfaatkan situasi rentan korban untuk kepentingan pribadinya.

Selain membahas perilaku pelaku, Reza juga menyoroti dampak psikologis yang dialami korban.

Baca Juga: Tegas! Dekan FK UNPAD Pecat 2 Dokter 'Senior' yang Terlibat Kasus Bullying Mahasiswa PPDS

Korban yang mengalami kekerasan seksual dalam kondisi tidak sadar cenderung menghadapi trauma mendalam karena mereka merasa kehilangan kontrol atas tubuh mereka.

Trauma ini dapat memengaruhi kesehatan mental korban dalam jangka panjang. Reza menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan pengawasan di institusi medis.

Kasus ini mencerminkan kelemahan dalam pengawasan terhadap tenaga medis dalam masa pendidikan, sehingga memungkinkan terjadinya penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: Kemenkes Sebut Kematian Dokter Muda PPDS Undip karena Ada Perundungan, Pihak Keluarga Bantah Aulia Risma Bunuh Diri

Analisis ini memberikan gambaran mendalam tentang kompleksitas kasus tersebut, baik dari sisi psikologis pelaku maupun dampaknya terhadap korban dan institusi terkait.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil