News

Bivitri Susanti Ungkap Isi Film Dokumenter Dirty Vote yang Sebenarnya, Ternyata Gambarkan Potensi Ini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 16 Feb 2024, 10:41 WIB
Bivitri Susanti Soal Film Dokumenter Dirty Vote

AYOJAKARTA.COM – Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti buka suara mengenai isi film dokumenter Dirty Vote yang dibintangi olehnya.

Bivitri Susanti mengatakan dalam film Dirty Vote tidak ada hal yang benar-benar baru atau yang bersifat rahasia.

Ia menyampaikan bahwa dalam film Dirty Vote semua yang dipaparkan adalah hal yang sudah terpublikasi.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud MD Kalah di Semua wilayah, Kecuali di Tempat Ini

Bivitri Susanti menilai saat ini masyarakat sipil sedang diselimuti oleh ketakutan politik.

“Ini sebenarnya politik ketakutan kalau bagi kami masyarakat sipil. Jadi kami jaga betul semua hal yang dipaparkan di film itu adalah semua yang sudah terpublikasi. Dari situ sebenarnya kita sudah bisa melihat bahwa kalau hari ini kita bisa bertanya-tanya soal hasil quick count. Saya sendiri sebagai orang yang belajar percaya pada metodologi quick count,” kata Bivitri Susanti dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Jumat (16/2/2024).

Bivitri mengaku tak masalah dengan hasil quick count yang dipublikasikan beberapa lembaga survei.

Akan tetapi, menurutnya hasil quick count tidak bisa mengungkap di balik angka-angka tersebut.

“Kita tidak bisa bilang bahwa quick count juga bisa menggambarkan apa yang terjadi di balik angka-angka itu. Jadi quick count-nya oke saya bisa terima secara metodologis tapi quick count tidak bisa secara metodologis juga menangkap mengapa angkanya bisa segitu,” ungkapnya.

Baca Juga: Parah! Jadi Calon Anggota DPD Pilihan Masyarakat Jawa Barat, Alfiansyah Bustami alias Komeng Berniat Ingin Menjadi Penjajah

Bivitri menjelaskan bahwa film Dirty Vote berusaha menggambarkan bagaimana potensi kecurangan sifatnya terstruktur dan sistematis.

Ia pun mencontohkan perolehan suara di Bali yang hasilnya bisa diprediksikan sejak awal.

Bivitri mengaku tidak kaget ketika melihat hasil perolehan suara karena hal tersebut sudah ‘diprediksikan’ dalam film.

“Di Dirty Vote yang digambarkan ternyata adalah bisa ada potensi peristiwa-peristiwa yang munculnya angka-angka yang sekarang menimbulkan tanda tanya di hadapan kita. Misalnya tadi soal Bali, itu juga kami pas keluar itu ungkapan ekspresi awal kami adalah nah ini berarti sebenarnya semuanya bisa ‘diprediksi’” jelasnya.

“Seakan-akan kami bisa bilang Dirty Vote sebenarnya sudah bilang bahwa hasilnya akan begini. Jadi kami tidak kaget sebenarnya karena itu yang akan dihasilkan dari sebuah sistem yang memang disalahgunakan oleh yang punya kekuasaan,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah