News

Dampak Banyaknya Temuan Indikasi Kecurangan Pemilu, Ketua Umum Hanura: Yang Dirangkul Jangan Digoblokin

Oleh: Karseno AJ Kamis 15 Feb 2024, 15:54 WIB
Dampak Banyaknya Temuan Indikasi Kecurangan Pemilu, Ketua Umum Hanura: Yang Dirangkul Jangan Digoblokin

AYOJAKARTA.COM -- Seiring berlangsungnya proses perhitungan suara, warganet dibuat kaget dengan banyak unggahan video perihal indikasi kecurangan pemilu.

Indikasi adanya kecurangan pemilu bukan saja terjadi di wilayah Madura yang sempat viral, tetapi juga di berbagai wilayah di banyak TPS.

Salah satu unggahan video kecurangan pemilu juga terjadi di TPS 17 Desa Simpang Sari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga: Viral Kecurangan Pemilu 2024 Diduga Dilakukan Tiap Paslon 01, 02 dan 03, Bawaslu Akan Lakukan Apa?

Dari informasi yang disampaikan oleh para penyelenggara pemilu di TPS tersebut, diketahui adanya sejumlah surat suara sudah tercoblos.

Dari sejumlah surat suara untuk jenis pemilihan presiden tersebut, pencoblosan banyak menguntungkan paslon nomor urut dua dan tiga.

Dari temuan tersebut, Ketua KPPS TPS 17 Desa Simpangsari mengajak agar temuan tersebut menjadi koreksi bagi penyelenggara pemilu di tingkat lebih tinggi.

Sehubungan dengan adanya informasi di TPS 17 Simpangsari, Lamlam Masropah selaku Komisioner Bawaslu Kabupaten Garut membenarkan adanya temuan tersebut.

Baca Juga: Siap-Siap! BLT Mitigasi Risiko Pangan Akan Cair Dirapel 3 Bulan Sekaligus Setelah Pemilu, Cek Nama Kamu di Link Ini

“Memang benar ada sebanyak 24 surat suara yang sudah dilakukan pencoblosan,” jelas Lamlam ketika dimintai keterangan.

Namun demikian Komisioner Bawaslu Garut menyebut surat suara tersebut belum sempat diserahkan kepada pemilih dan telah dianulir.

Terkait dengan hasil temuan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024, Bawaslu RI telah menggelar konferensi pers.

Di hadapan awak media, Bawaslu mendapati ada sebanyak 13 jenis permasalahan yang terjadi menyangkut proses pemilihan dan enam dalam proses perhitungan.

Baca Juga: Masih Banyak yang Belum Tahu, Ini Link untuk Memantau Hasil Hitung Suara Pemilu Termasuk Pilpres

Berdasarkan aplikasi sistem pengawasan pemilu, Bawaslu mendapatkan informasi sebanyak 37.466 TPS mengalami keterlambatan pembukaan.

Selain kendala waktu pembukaan, Bawaslu juga mendapatkan sejumlah persoalan lain menyangkut kelengkapan logistik dan permasalahan administratif.

Oleh karena itu, Bawaslu mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif dan tetap menunggu hasil perhitungan secara nasional.

Sehubungan dengan maraknya indikasi kecurangan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dan Luar Negeri, Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang memberi tanggapan.

Baca Juga: Hasil Hitung Suara Pemilu DPD: Gara-gara Fotonya Unik, Ini Perolehan Suara Komeng di Jawa Barat

Menurut Oesman Sapta Odang, indikasi adanya kecurangan yang terjadi pada pemilu 2024 dapat dilihat dari banyaknya TPS yang melebihi kapasitas.

“Semua TPS itu maksimum 300 suara, kok ada laporan seolah-olah ada yang mendapatkan 700, 800 suara, ini gila udah!” tegas politisi yang akrab disapa Oso.

Lebih lanjut, Oso menegaskan akan membentuk tim yang akan menyerap seluruh aspirasi di masyarakat secara nasional dan menempuh jalur hukum.

Baca Juga: Rezeki Setelah Pemilu 2024! Bansos PKH, BPNT dan BLT Mitigasi Risiko Pangan Cair Lagi Rp 200 Ribu di Tanggal Ini

Menjadi salah satu pasangan yang dianggap diuntungkan karena kecurangan, Oso juga menanggapi niat baik yang tengah ditawarkan pasangan Prabowo-Gibran.

“Waduh-waduh, yang dirangkul itu jangan digoblokin, kalau merangkul beri kenyataan yang benar,” tegas Oso dikutip Ayojakarta, Kamis 15 Februari 2024 dari Metro TV.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil