News

Pakar Hukum Margarito Kamis Sebut Film Dirty Vote Terlalu Banyak Spekulasi: Hukum Itu Harus Konkret!

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Selasa 13 Feb 2024, 17:46 WIB
Pakar Hukum Margarito Kamis (kiri)

AYOJAKARTA.COM - Seorang pakar hukum tata negara, Margarito Kamis turut berkomentar terkait film dokumenter Dirty vote.

Margarito Kamis menyebut film dokumenter Dirty Vote ini terlalu banyak spekulasi.

Menurutnya Margarito Kamis, ketika ingin melaporkan suatu permasalahan hukum harus jelas pelanggarannya.

Baca Juga: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra Sebut Dirty Vote Bukan Film Dokumenter Melainkan Pemberitaan Media

“Kalau anda bilang merancang, bagaimana bentuk rancangannya itu, kalau anda pergi ke pengadilan, begitu anda pergi ke meja hukum begitu, itu tadi kalau ada pelanggaran, siapa yang melakukan pelanggaran itu, dimana pelanggaran itu terjadi, siapa yang menyaksikannya, bagaimana bentuk tindakan itu, itu mesti ditaruh di meja hukum,” kata Margarito Kamis dikutip dari akun TikTok @dekade_08.

“Kalau Anda cuma bilang oh begini kira-kira, potensi begini, masuk laut, masuk got, orang di ternate sana bilang masuk got,” lanjut pakar Hukum Tata Negara.

Margarito juga menjelaskan bahwa hukum itu harus ditujukan pada perbuatan objektif, perbuatan yang dapat dicek sama-sama oleh semua orang, bukan memakai hayalan.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Film Dirty Vote Baru Ungkap 25% Kecurangan Pemilu, Sutradaranya Masih Sopan

“Hukum ditujukan pada perbuatan objektif perbuatan yang dapat dicek sama-sama oleh semua orang bukan pakai khayalan, pakai perkiraan, pakai spekulasi, pakai kecurigaan, no, hukum mesti sesuatu yang dapat dicek secara objektif oleh anda, saya, dan semua orang,” jelas Margarito.

Margarito juga mengatakan kalau sebagai dasar kita bernegara tidak boleh menggunakan etika, namun menggunakan hukum, karena hukum bisa dicek.

“Begitulah hukum, itulah sebabnya orang tidak menggunakan etika sebagai dasar kita bernegara, tapi pakai hukum, karena kalau hukum itu bisa dicek,” ucapnya.

Baca Juga: FIlm Dirty Vote Sudah Ditonton Jutaan Kali, Menparekraf Sandiaga Uno: Harus Jadi Koreksi Kita!

“Barang ini nyata ada, anda dan saya bisa lihat, kitab oleh berdebat sampai warna di dalam oke, dia penuh dan tidak penuh oke, tapi barang ini nyata mesti ada, terlihat,” tutur Margarito.

Pakar hukum tata negara ini juga mengumpamakan hukum di dalam Islam yang menyebutkan tidak boleh ada kecurigaan atau fitnah orang, sehingga hukum itu harus konkret bukan atas tuduhan.

“Dalam islam kan juga begitu, dalam islam kan bilang anda jangan curiga curiga orang, jangan fitnah orang, bahaya anda, kan dalam islam begitu, saya mengerti, dan saya dengar dari ceramahnya pak Quraish Shihab, Ustadz Adi Hidayat, AA GYM, anda jangan curiga orang, bahaya, apalagi kalau fitnah orang, fitnah lebih bahaya loh dari bunuh orang, makanya hukum itu baik di hukum islam, hukum kita ini harus konkrit, barang yang kita tuduhkan harus ada” tutupnya.***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Desi Kris