AYOJAKARTA.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ikut mengomentari soal film dokumenter Dirty Vote yang saat ini tengah ramai menjadi perbincangan publik dan berbagai tokoh politik.
Menurut Sandiaga Uno, film dokumenter Dirty Vote yang telah ditonton jutaan kali itu menandakan bahwa hal itu merupakan pengingat dan bentuk koreksi bagi sistem pemerintah.
Sandiaga Uno juga memberikan apresiasi positif atas tayangan Dirty Vote, apalagi tokoh yang berada di dalam film dokumenter tersebut juga dikenalnya sebagai orang-orang yang berintegritas tinggi.
Baca Juga: Ray Rangkuti Sebut Dirty Vote Bukan Black Campaign, Ini Alasannya
Justru bagi Sandiaga Uno, dengan hadirnya film dokumenter Dirty Vote yang mengisahkan desain kecurangan pemilu 2024 ini dianggap sebagai produk ekonomi kreatif yang bisa menjadi bahan koreksi bagi pemerintahan.
Khususnya agar pemerintah kedepannya lebih bijak dalam menghadapi dan membenahi kembali sistem pemilu yang mungkin saat ini sedang banyak menjadi sorotan.
Sandi mengaku memang belum menyaksikan langsung film tersebut, namun dirinya tetap memuji ketiga karakter yang muncul dalam film.
Baca Juga: Wapres Maruf Amin Tanggapi Film Dirty Vote: Jika Itu Menyasar Pemerintah, Maka....
“Saya belum nonton tapi dari ketiga karakter utama itu orang-orang yang sangat berintegritas saya kenal masing-masing,” kata Sandiaga Uno seperti dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV Jawa Barat, Selasa (13/2/2024).
Bagi Sandi, film dokumenter ini justru bisa jadi bahan koreksi untuk pemerintah dalam membenahi sistem elektoralnya.
“Dan hal ini seharusnya menjadi koreksi kita, karena yang disampaikan itu adalah pembenahan sistem elektoral kita,” terangnya.
Baca Juga: Ray Rangkuti Jawab Soal Keilmiahan Film Dirty Vote, Fitnah atau Fakta?
Dan meski begitu, Sandi yang mengapresiasi film ini sebagai produk ekonomi kreatif berharap bahwa dengan tayangnya film ini tidak akan berdampak buruk bagi dunia produk ekonomi kreatif dalam negeri.
“Jadi jangan sampai, produk ekonomi kreatifnya itu justru mendapatkan dampak negatif,” lanjut Sandi.
Lebih jauh, Sandi juga mengaku salut dengan film Dirty Vote tersebut yang telah ditonton lebih dari 3 juta kali meski baru saja tayang beberapa hari saja.
Itu seolah menandakan bahwa penonton Indonesia memiliki ketertarikan juga dalam film yang berbalut latar belakang politik.
“Tapi saya salut karena sudah ditonton lebih dari 3 juta, berarti ada tempat buat film-film berlatar belakang politik,” katanya lagi.
Diketahui bahwa pada Minggu (11/2/2024) sebuah film dokumenter berjudul Dirty Vote rilis melalui akun YouTube dengan nama yang sama.
Dimana film tersebut berisi tentang desain kecurangan pemilu 2024 membuat banyak polemik serta kontroversial hingga akhirnya viral dan trending di media sosial.
Disutradarai oleh Dandhy Laksono, film Dirty Vote juga menampilkan tiga tokoh ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.
Film tersebut lantas mendapatkan respon dari berbagai pihak baik yang pro maupun kontra termasuk mendapat beragam tanggapan dari masyarakat Indonesia.***

Share this article
Menparekraf Sandiaga Uno memberi pesan terkait Dirty Vite, ia menilai bahwa apa yang ditayangkan di film tersebut harus menjadi koreksi.