News

TKN Prabowo-Gibran Disebut Kebakaran Jenggot usai Dirty Vote Rilis, Rocky Gerung: Mau Bantai Bikin Film Tandingan!

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 12 Feb 2024, 15:41 WIB
Pengamat Politik, Rocky Gerung

AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini tengah viral film dokumenter kecurangan pemilu 2024 ‘Dirty Vote’ hingga menjadi polemik.

Wakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yakni Habiburokhman menyebut bahwa film dokumenter tersebut bernada fitnah.

“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumsi, dan sangat ilmiah,” kata dia.

Baca Juga: Respons Rocky Gerung Soal Film Dirty Vote: Dokumenter Ini Bukan Sekadar Olokan atau Pembelaan

Pengamat politik Rocky Gerung juga turut menanggapi rilisnya film dokumenter ‘Dirty Vote’.

Ia mengatakan bahwa film dokumenter ‘Dirty Vote’ memiliki timing yang sangat pas di masa awal masa tenang pemilu 2024.

Menurutnya jubir TKN Prabowo-Gibran sedang kebakaran jenggot usai rilisnya film dokumenter Dirty Vote.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pilpres 1 Putaran Namun Penuh Kecurangan: Memilih Elektabilitas atau Etikabilitas

Rocky Gerung menyebut jika film Dirty Vote tidaklah memfitnah sebagaimana dikatakan oleh TPN Prabowo-Gibran.

Melainkan memperlihatkan bagaimana film tersebut hanya membuat perbandingan dengan apa yang dijanjikan dengan yang terjadi dan sebagai bahan evaluasi.

“Nggak ada satu poin di dalam film dokumenter itu yang ingin memfitnah, dia cuman bikin perbandingan antara apa yang dijanjikan dan apa yang terjadi sebetulnya,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official pada Senin (12/2/2024).

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pendukung yang Datang ke Kampanye Paslon 2 di GBK Dapat Uang Tunai, Berapa?

“Itu bukan fitnah, itu adalah evaluasi terhadap hal yang constitutum. Jadi ini semacam ius constituendum yang membatalkan ius constitutum,” sambungnya.

Pengamat politik ini mengatakan bahwa bahwa film dokumenter Dirty Vote memperlihatkan bayangan tentang masa depan membatalkan apa yang terjadi hari-hari ni terkait Presiden Joko Widodo tentang pemilu jurdil tidak berpihak serta netralitas.

“Jadi untuk fitnah upaya justru untuk memperbaiki janji yang dipalsukan oleh siapa, oleh Jokowi sendiri yang memalsuin itu,” ungkap Rocky Gerung.

“Sebetulnya semua hal yang ada di film itu semacam teguran etis, teguran moral dengan fakta yang kuat,” sambungnya.

Lebih lanjut Rocky Gerung menyarankan kepada pihak TPN Prabowo-Gibran jika ingin membantah apa yang ada dalam film Dirty Vote dengan membuat film tandingan.

Baca Juga: Rocky Gerung Bongkar Lembaga Survey dan Pendukung Paslon Nomor Urut 2 Dibayar! Benarkah?

Kendati demikian dirinya memastikan bahwa apa yang disampaikan dalam film dokumenter tersebut tidak memungkinkan dibantah.

“Kalau mau bantai itu bikin aja film tandingan tuh, apa namanya The Clean Vote. Tetapi itu nggak mungkin dibantah lagi karena memang dari hari ke hari orang melihat sekuensis dari apa yang ditulis yang dibuat di film itu,” kata dia.

“Film itu saya kira dipersiapkan justru untuk mencegah jangan sampai jurdil itu tidak terjadi atau jangan sampai kecurangan berlanjut,” sambungnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Desi Kris