AYOJAKARTA.COM- Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri turut mengomentari kasus kematian Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante (6).
Reza Indragiri mengungkap sedikitnya ada dua kemungkinan motif yang membuat pacar Tamara Tyasmara, Yudha Arfandi diduga tega menghabisi Dante.
Adapun dua motif tersebut yakni emosional dan instrumental.
“Menurut saya kalau kita bicara motif lagi-lagi hanya dua kemungkinan yaitu motif emosional ataukah motif instrumental,” kata Reza Indragiri dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompastv, Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Terlihat Sudutkan Jessica Wongso, Rismon Sianipar Desak 6 Jaksa Segera Ditindak!
Di mana jika motifnya emosional maka bisa jadi dalam diri pelaku ada rasa kebencian, iri, dendam atau perasaan negatif lainnya.
Sedangkan, jika motifnya instrumental maka artinya tak ada urusan dengan suasana hati tapi karena memang ingin mengambil manfaat tertentu, entah itu popularitas, kekayaan, cinta yang memang hanya bisa diraih tersangka kalau ia menghabisi korban.
Usai Yudha Arfandi pacar Tamara Tyasmara menjadi tersangka, pihak keluarga Yudha kemudian mengumbar kedekatan tersangka dengan Dante.
Beredar kabar jika keluarga tak terima Yudha dijadikan tersangka atas kematian Dante.
Terkait hal tersebut, menurut Reza Indragiri biasanya orang dewasa yang melakukan kejahatan terhadap anak-anak tidak sungguh-sungguh dalam membangun kepercayaan.
Kedekatan itu sengaja dibangun sebagai tipu muslihat pelaku untuk mendekati korban.
“Acap kali orang-orang dewasa yang victimisasi terhadap anak-anak adalah tidak sungguh-sungguh membangun kepercayaan,” ujarnya.
“Tapi sesungguhnya memiliki tipu muslihat atau memiliki kepentingan-kepentingan di balik itu. Jadi membangun kepercayaan hanya sebuah cara untuk membuka akses pelaku agar bisa mendekati diri dengan si calon korbannya,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Kematian Anak Tamara Tyasmara Naik ke Penyidikan, Diduga Ada Unsur Pidana
Karena hanya dengan kepercayaan saja maka si tersangka ini statusnya bisa menjadi orang dekat atau orang yang bisa dipercaya.
Pada kesempatan sempurna itulah pelaku dapat langsung melakukan misi jahatnya.***