AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo kembali viral usai merasa sedih karena para pejabat sudah bekerja 6 bulan namun tidak mendapatkan mobil dinas.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber. pernyataan Prabowo ini disampaikan ketika ia berada di acara sarasehan ekonomi di Menara Mandiri pada Selasa 8 April 2025.
Dalam kesempatan tersebut Prabowo menyebutkan ia terbuka kepada hak dan kedaulatan rakyat.
Selain itu Prabowo juga sempat memberikah keluh kesahnya terhadap bawahannya yang sudah bekerja bakti selama 6 bulan bakti namun belum mendapatkan mobil dinas.
"...saya sedih loh, Menteri Keuangan banyak yang belum mendapatkan mobil dinas, mereka kerja 6 bulan kerja bakti," ujar Prabowo dikutip ayojakarta.com dari YouTube KompasTV.
Lebih lanjut Prabowo menyebutkan bahwa mereka yang ada di pemerintahan bisa aja memilih untuk kaya raya tanpa harus masuk pemerintahan.
"...kalau mereka mau kaya raya, mereka bisa enggak usah masuk pemerintah," pungkasnya.
Sebagai informasi para menteri Kabinet Prabowo-Gibran diketahui akan mendapatkan mobil Maung produksi Pindad, hal ini pun sesuai dengan arahan Prabowo kala melakukan retret Akmil di Magelang.
Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, warganet merasa presiden seharusnya berpihak kepada rakyat.
Baca Juga: Guru Besar UGM Tersandung Kasus Kekerasan Seksual, 13 Mahasiswi Jadi Korban, Apa Modusnya?
"Lebay pak...
Gak masuk akal sehat apa yg bpk katakan, menteri2 sdh buncit2 perutnya udh buncit, depositonya gak habis 7 turunan gak usah bpk sedih karena masalah itu, kalau perlu gak usah di kasih mbl dinas lah..
Rakyat fikirin,ekonomi, koruptor dan hukum yg makin carut marut!," tulis akun
@komar_rudi3508
"Sy jg sedih ..ribuan Anak2 sekolah d luar sana berjalan kaki menuju sekolah.. ada yg nyebrangin sungai..atap sekolah yg bocor.da ribuan kepala keluarga,ribuan para pencari kerja mencari peluang utk biar sejahtera d republik ini yang katanya tanah ini tanah syurga," @Yoser455
"Aneh, liat pejabat gak ada mobil dinas sedih. Sedih tu liat noh rakyatmu banyak yg blm bisa melanjutkan pendidikan, kesusahan mencari pekerjaan, banyak anak telantar," @hispersephonee.***