AYOJAKARTA.COM -- Saksi Ahli Digital Forensik di kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar, kembali menyinggung nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.
Dalam unggahan video terbarunya, Rismon meminta Kapolri untuk segera menindak salah satu oknum polisi yang telah merusak bukti rekaman CCTV berisi aktivitas Jessica Wongso.
Rismon meyakini, salah satu penyebab Jessica Wongso divonis tidak lain akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh M. Nuh Al Azhar.
“Kami tunggu respon Bapak Kapolri untuk menindak lanjuti, kalau Bapak memang ragu, saya bisa datang untuk menjelaskan,” ujar Rismon Sianipar.
Dibantu oleh Christopher Rianto, Rismon meyakini bahwa M. Nuh telah dengan sengaja merusak keaslian barang bukti digital dalam perkara kopi sianida.
Selain melakukan penurunan kualitas gambar, Rismon juga mengaku telah membuktikan adanya perubahan komposisi warna dalam video yang sempat diputar di persidangan.
“Mereka merusak video CCTV dari seharusnya color video menjadi grayscale video, harusnya video itu berwarna,” ujar Rismon melalui kanal Youtube-nya.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ungkap Fakta Baru Kasus Jessica Wongso, Video CCTV 3 Juga Direkayasa?
Dampak dari perusakan alat bukti digital tersebut, menurut Rismon membuat komposisi warna dalam video berubah menjadi keabu-abuan.
Hasil melakukan perubahan komposisi warna dalam rekaman CCTV itulah yang kemudian digunakan untuk memberikan narasi negatif kepada Jessica Wongso.
Bukti adanya perubahan komposisi warna, menurut Rismon dapat diketahui setelah Jessica bertemu dengan Mirna serta Hani.
Berdasarkan rekaman CCTV Nomor Tiga di cafe Olivier, dari pukul 15:55 WIB sampai dengan 17:17 WIB menunjukkan video color.
“Pukul 17:18 WIB tepat Mirna datang itu color video, terus 17:18 sampai dengan 18:45 WIB mendadak jadi abu-abu,” terang Rismon.
Indikasi adanya perubahan warna video, selain di kamera Nomor Tiga juga terjadi pada kamera Nomor Dua Cafe Olivier.
Akibat perubahan komposisi warna gambar dalam video rekaman CCTV, maka informasi yang tertangkap dalam kamera menjadi samar.
Perubahan komposisi warna video juga berakibat hilangnya informasi yang terjadi saat pelayan memberikan kopi dan mendorong Mirna dengan kursi roda untuk berobat.
“Inilah rekayasa yang dilakukan oleh M. Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto,” jelas Rismon untuk diketahui publik serta Kapolri.
Adanya perubahan warna secara mendadak inilah yang kemudian oleh Rismon perlu mendapat perhatian khusus dari Kepala Polisi Republik Indonesia.
“Mumpung Bapak masih di posisi teratas, sebelum pensiun Bapak kasih dulu warisan yang baik,” pinta Rismon dikutip Ayojakarta, Jumat 9 Februari 2024 dari Youtube Balige Academy.***