AYOJAKARTA.COM -- Bukti kejanggalan dalam bukti rekaman CCTV kasus Jessica Wongso kembali diungkap oleh Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar merupakan ahli digital yang turut menjadi saksi pihak Jessica Wongso di persidangan kasus kopi sianida 2016 silam.
Diketahui, kasus Jessica Wongso ini belakangan kembali mengemuka ke publik usai dirilisnya film dokumenter oleh Netflix berjudul Ice Cold: Coffee, Murder, and Jessica Wongso.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ungkap Fakta Baru Kasus Jessica Wongso, Video CCTV 3 Juga Direkayasa?
Momen kembali viralnya kasus Jessica Wongso ini dimanfaatkan oleh Rismon Sianipar untuk menguak kembali berbagai kejanggalan serta dugaan adanya rekayasa pada CCTV di kafe Olivier.
Terbaru, melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya Balige Academy pada (7/2/24), ahli digital dan IT tersebut memaparkan bukti dugaan rekayasa yang ia temukan pada kamera CCTV 3 di TKP.
“Ketika saya menonton itu saya perhatikan ya karena saya cukup sensitif itu terjadi di bidang digital ya. Saya perhatikan ada beberapa terkait soal kamera CCTV 3 dan kamera CCTV 15,” ungkap Rismon.
Dalam temuannya, Rismon Sianipar menyoroti kejanggalan tersebut ada di scene video pada jam 17.18 sampai 18.45 WIB.
Pada jam tersebut, Rismon Sianipar menemukan bahwa ada scene yang sengaja dipotong bertepatan dengan kedatangan Mirna Salihin.
“Terus frame ratenya juga dari 25 menjadi 10 tetapi ada lagi tambahan yang janggal, kamera 3 itu dia potong dari 15.55 sampai 17.18 WIB,” ungkap Rismon Sianipar.
Lebih lanjut Rismon mengatakan, “Dan yang pasti ada sesuatu di sini kenapa 17.18 WIB, 17.18 WIB adalah saat Mirna Salihin datang ke kafe Olivier jadi sengaja dipotong di menit ketika Mirna Salihin datang ke Olivier.”
Tak hanya itu saja, Rismon Sianipar juga mengungkap soal adanya file video rekaman CCTV yang sengaja dibuat grayscale.
File CCTV tersebut terlihat ketika jaksa membuka folder CCTV di persidangan bertepatan saat Rasmiati (Manajer Reservasi) datang sebagai saksi disidang kasus kopi sianida kala itu.
“Itu ada 2 file potongan video, pertama tepat sebelum Mirna datang dan kedua ini adalah file video yang telah dilakukan grayscaling,” ujar Rismon Sianipar sambil menunjukkan tayangan kala itu.
Selanjutnya, Rismon Sianipar dengan gambling menjelaskan bahwa ada folder yang terlihat jelas sudah dilakukan grayscale.
“Mode menjadi format tidak RGB tetapi keabuan terminologinya ya jadi tidak lagi tiga kanal, Red Green Blue tapi dikonversi oleh Muhammad Nuh tepat setelah Mirna datang 17.18 sampai 18.45 dikonversi dia menjadi video grayscale keabuan,” terang Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar lantas mempertanyakan untuk apa Muhammad Nuh dan Christopher melakukannya hal tersebut.
Rupanya berdasarkan pendapat Rismon Sianipar, Muhammad Nuh dan Christopher Hariman melakukan dugaan rekayasa tersebut untuk memanipulasi scene saat Mirna Salihin tiba di kafe Olivier.
“Nah inilah manipulasi yang dilakukan Muhammad Nuh dan Christopher agar kita tidak bisa meminta, dia bilang oh itu kamera CCTV-nya night mode,” ungkap Rismon.
“Kok bisa mode grayscale tepat ketika Mirna Salihin datang, kebetulan yang sempurna, kenapa video tepat Mirna datang di convert dari RGB menjadi video keabuan,” jelasnya lagi.***

Share this article
MH dan CH disebut sengaja ubah rekaman CCTV Jessica Wongso jadi Grayscale, Rismon Sianipar bongkar alasannya, ternyata agar…