News

Rismon Sianipar Blak-blakan Sebut Pihak Ini Ancam Dirinya di Persidangan Kasus Jessica Wongso: Mereka Mau...

Oleh: Cindra May Ningrum Jumat 09 Feb 2024, 07:45 WIB
Rismon Sianipar bingung harus melapor ke mana karena beberapa pihak terkait diam dengan kasus Jessica Wongso.

AYOJAKARTA.COM — Rismon Sianipar, sebagai saksi ahli digital forensik pihak Jessica Wongso, hingga detik ini terus vokal menyuarakan adanya rekayasa CCTV.

Meski kasus kopi sianida dengan terpidana Jessica Wongso sudah berlalu 8 tahun lamanya, namun kini viral kembali.

Setelah dirilisnya dokumenter Netflix, kasus kematian Mirna Salihin kembali menjadi tanda tanya besar, benarkah Jessica Wongso adalah pembunuhnya?

Rismon Sianipar sejak hadir di persidangan Jessica Wongso, ia mengatakan bahwa ada dugaan rekayasa CCTV.

Tetapi, kesaksiannya dalam persidangan tersebut tak digubris hakim dalam memberikan vonis hukum terhadap Jessica Wongso.

Baca Juga: PARAH! Rismon Sianipar Temukan Bukti Rekayasa CCTV Jessica Wongso di Kamera 3 pada Jam Ini, Sengaja Dipotong saat Mirna…

Baru-baru ini, ia terus vokal dan mengatakan bahwa seratus persen CCTV kasus kopi sianida ini adalah hasil rekayasa.

Ia pun menuding dua saksi ahli digital forensik lainnya, yaitu Muhammad Nuh Al Azhar dan Christoper Hariman Riyanto yang melakukannya.

Dalam tayangan YouTube Balige Academy, Rismon Sianipar bingung harus melapor ke mana karena beberapa pihak terkait diam dengan kasus Jessica Wongso.

"Dan semua bungkam para jaksa tidak mengaku bersalah, bertanggung jawab, hakim juga diam, bingung saya mau melapor ke mana, ke Presiden pun tak ada tanggapan," kata Rismon Sianipar.

"Ya kalau begini hukum di Indonesia bisa bubar karena tidak ada kepercayaan terhadap peradilan, bagaimana bukti video (CCTV) yang sudah di rekayasa menjadi tuntutan bahkan rujukan bagi semua ahli, saksi fakta, penuntutan putusan juga oleh hakim, parah sekali ini," imbuhnya.

Baca Juga: Skakmat! Rismon Sianipar Ungkap Alasan Para Pelaku Rekayasa Mengganti Aktivitas Jessica Wongso yang Lagi Chat

Rismon Sianipar mengakui ada pihak yang sempat mengancamnya untuk membuktikan rekayasa CCTV melalui bukti tertulis.

"Analisis saya diabaikan dalam persidangan bahkan para jaksa cuma fokus mendiskreditkan saya dengan apa namanya, video yang dari TV, padahal itu hanya satu bagian analisis saya dalam persidangan dan mereka mau mengancam saya kalau tidak ada bukti tertulis permintaan resmi surat, mau di ancam saya, nah itulah munafiknya mereka itu," ucap Rismon Sianipar. ***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Tedi Rukmana