AYOJAKARTA.COM -- Rismon Sianipar kembali membongkar kejanggalan terbaru yang ia temukan di kasus Jessica Wongso.
Untuk diketahui, Rismon Sianipar merupakan ahli digital yang turut bersaksi dalam persidangan kasus kopi sianida 7 tahun silam.
Melalui kanal YouTube pribadinya Balige Academy pada (7/2/24), Rismon Sianipar kali ini mengungkap kejanggalan rekaman CCTV khususnya di kamera 3 pada jam berikut.
“Ketika saya menonton itu saya perhatikan ya karena saya cukup sensitif itu terjadi di bidang digital ya. Saya perhatikan ada beberapa terkait soal kamera CCTV 3 dan kamera CCTV 15,” ungkap Rismon.
“Kamera CCTV 3 itu yang menangkap kejadian di bar, sementara kamera 15 di sink, sedotan yang katanya dibuang di plastik itu ada yang janggal di situ,” lanjutnya.
Berdasarkan pengamatan Rismon Sianipar sebagai saksi ahli, rekaman CCTV kamera 3 ada kejanggalan pada pukul 15.55 sampai 17.18 WIB.
“Kali ini kita kupas misteri kamera CCTV 3, kan sudah direkayasa oleh Muhammad Nuh Al Azhar sesuai dengan poin 27 itu ukuran frame adalah 1920x1080,” jelas Rismon.
“Nah di BAP Muhammad Nuh itu kamera 3 di downscaling menjadi 960x576,” beber Rismon lagi.
Rismon Sianipar juga menemukan bukti rekayasa video CCTV dari kamera 3 yang sengaja dipotong pada jam berikut ini.
“Terus frame ratenya juga dari 25 menjadi 10 tetapi ada lagi tambahan yang janggal, kamera 3 itu dia potong dari 15.55 sampai 17.18 WIB,” ujarnya.
Kemudian Rismon Sianipar mendapati jika pada jam tersebut rupanya bertepatan dengan kedatangan Mirna Salihin ke kafe Olivier.
“Dan yang pasti ada sesuatu di sini kenapa 17.18 WIB, 17.18 WIB adalah saat Mirna Salihin datang ke kafe Olivier jadi sengaja dipotong di menit ketika Mirna Salihin datang ke Olivier,” jelas Rismon.
Tak hanya itu saja, Rismon juga menyoroti dugaan rekayasa yaitu pada bagian memanipulasi gerakan Jessica yang dibuat seolah-olah ia menoleh ke meja 54.
“Bagaimana dia memanipulasi gerakan Jessica ini menoleh-noleh, kepalanya didistorsikan sehingga dia seperti menoleh ke meja 54,” beber Rismon.
Lebih lanjut Rismon Sianipar mengatakan, “Kemudian apa yang terjadi setelah 17.18 WIB itu, di BAP Muhammad Nuh tidak ada keterangan apapun gitu setelah 17.18 WIB dan tidak keterangan apapun kejadian-kejadian krusial apapun tidak ada.”***