News

Cak Imin Sebut Semua Paslon Setuju Arah Perubahan, Fahri Hamzah: Konsepnya Nggak Jelas

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 08 Feb 2024, 11:50 WIB
Fahri Hamzah, Jubir TKN Prabowo-Gibran

AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut paslon lain setuju dengan arah perubahan.

Fahri Hamzah mengatakan bahwa hidup mengarah pada keadaan yang lebih baik atau perubahan.

Kemudian, Fahri Hamzah juga menyoroti konsep perubahan yang selama ini digaungkan Anies Baswedan dan Cak Imin.

Menurutnya, konsep perubahan yang selama ini diserukan tak jelas karena tak dikontestasikan secara serius.

“Hidup itu kan memang progresi. Konsepnya apa sih sebenarnya? Apa yang kamu tolak dari yang sekarang? IKN kah? Kenapa nggak ada pernyataan kami tolak IKN? Kereta api cepat dan mega infrastruktur, kami tolak misalnya, nggak ada juga. Jadi konsepnya itu nggak jelas sebenarnya. Ini ada persoalan yang digugat karena tadi tidak pernah kita kontestasikan secara serius,” kata Fahri Hamzah dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Soal Politisasi Bansos, Mahfud MD: Bapaknya Cawapres Tidak Boleh Bagi-bagi Bansos

Fahri Hamzah juga menyoroti siapa sosok yang menjadi armada yang disebut dari perubahan.

Menurutnya, jika pihak Anies-Cak Imin mengkritik pemerintahan itu sama saja melukai diri sendiri.

“Kedua, armada yang disebut pembaharuan itu siapa? Misalnya Anies-Muhaimin ketika tengok belakang, dia bilang perubahan tapi Nasdem sama PKB masih di dalam. Sewaktu kita menyerang kabinet yang kita serang ini diri kita sendiri, melukai diri sendiri pada dasarnya. Sama juga dengan mengatakan sementara kita sendiri adalah yang kita lawan akhirnya publik melihatnya ambigu. So armadanya juga nggak clear,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fahri Hamzah juga menyebut bahwa Anies Baswedan dan Cak Imin bukanlah figur oposisi yang baik.

Baca Juga: Soal Wacana Koalisi Anies-Ganjar, TPN Ganjar-Mahfud: Kami Yakin Putaran Kedua akan Terjadi

Ini karena dirinya tak pernah melihat postur oposisi yang ditunjukan Anies Baswedan juga Cak Imin.

Menurutnya, postur oposisi lebih terlihat pada diri Prabowo Subianto karena sudah lama menjadi oposisi.

“Muhaimin dan Anies is not figure oposisi yang baik. Ya nggak pernah juga nampak oposisi kan. Oposisi itu kan ada postur. Sebenarnya postur itu lebih ada di Pak Prabowo karena dia hidup dalam tradisi oposisi yang lama sekali. Tapi karena 2019 dia bersama Pak Jokowi, rekonsiliasi, tapi posturnya, gesturnya, gayanya itu Pak Prabowo sebenarnya lebih cocok jadi oposisi,” sebutnya.

Baca Juga: Pertempuran Keras! Bambang Pacul Sebut Pilpres 2024 Lebih Sulit dari 5 Tahun Lalu: Kami Kalah Amunisi

Fahri menuturkan apa yang ingin dilakukan Prabowo Subianto tentu sudah terkonsep dengan jelas.

Seperti halnya menaikkan gaji aparat negara hingga menghilangkan stunting.

“Makanya kalau bilang Pak Prabowo, kalau ngomong itu kan nggak bisa lagi kita biarkan aparat kita gajinya rendah dan sebagainya. Itu kan artinya dia melakukan perubahan sesuatu. Nggak bisa lagi anak kita kurang gizi, ya itu dia melakukan perubahan, dia mau menghilangkan stunting. Jadi saya kira tadi ada banyak kelemahan di kiri dan kanan,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah