News

Bambang Pacul Ungkap Pemilu 2024 Tidak Normal, Sentil Habis Pembagian Bansos!

Oleh: Sahdan Maulana Kamis 08 Feb 2024, 09:48 WIB
Politis PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul

AYOJAKARTA.COM - Politis PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau biasa disebut Bambang Pacul mengungkapkan adanya anomali pada Pemilu 2024 ini.

Bambang Pacul yang berjuang memenangkan Ganjar Pranowo menyebut bahwa bertempur di Pemilu 2024 adalah pengalaman baru selama ia berkarir di dunia politik.

Hal tersebut berkaitan dengan anomali pembagian bansos atau sembako yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan.

Baca Juga: Bongkar Dugaan ‘Permainan’ Bupati Banyumas dalam Menutupi Angka Kemiskinan, Bambang Pacul: Dihantam Dulu dengan Bansos

“Ada anomali, pertempuran ini tidak normal," ucap Bambang Pacul dikuti dari YouTube Deddy Corbuzier, Kamis 8 Februrari 2024.

Bambang Pacul memberi contoh Bupati Banyumas. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu Bupati Banyumas menggunakan bansos untuk meningkatkan elektabilitasnya di survei.

"Saya pernah punya teman Bupati Banyumas. Untuk menunjukkan bahwa angka kemiskinannya tidak rendah, dia cek dulu yang melakukan survei di mana, wilayah mana, itu hantam dulu dengan bansos. Ketika survei (kembali), angka kemiskinan tidak naik, malah turun,” jelas Bambang Pacul.

Baca Juga: Sebut Jawa Tengah 'Indonesia Mini', Bambang Pacul Target PDIP Menang Telak : Ganjar Harus Menang

Bambang Pacul mengungkapkan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia ketika disurvei menjawab hanya ingin sembako dan uang.

"Di setiap daerah pemilihan di Indonesia, kita survei, apa yang diinginkan rakyat? ternyata sebagian besar nomor 1 adalah sembako, 2 adalah uang, ini dijumlahkan itu selalu diatas 70 persen," ujar Bambang.

Bambang Pacul mengibaratkan pembagian bansos seperti perawatan di salon kecantikan.

Baca Juga: Bambang Pacul Blak-blakan Sebut Inggris Ikut ‘Bermain’ dalam Menentukan Presiden Indonesia 2024: Amerika Proxy-nya

Menurutnya, pembagian bansos tidak akan membuat masyarakat miskin menjadi sejahtera.

“Artinya, ketika orang keluar dari salon dia akan terlihat ganteng. Sekian waktu (berlalu), apakah dia masih ganteng? Tidak. Ini pertempurannya abnormal, kita tinggal tos-tosan (lawan) saja, bagaimana cara tempurnya,” kata Bambang Pacul.

Bambang Pacul yang bertugas memenangkan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah mengatakan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melarang pembagian sembako dan uang.

"Ibu ketua umum enggak mengajarkan itu, ini harus hati-hati itu namanya tidak membuat rakyat pinter. Tapi yang dibutuhkan hari ini dua ini. Dua ini banyak dilakukan orang lain," kata Bambang.

Oleh karena itu, Bambang Pacul memilih jalan lain yang menurutnya jalan ksatria dan tegak lurus dengan arahan Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Politikus PDI-P Bambang Pacul Sebut Pilpres 2024 Lebih Berat dari 5 Tahun Lalu: Kami Kalah Amunisi

"Saya mengambil ksatria, tegak lurus, tidak mungkin tidak, saya juga sama, tegak lurus ke ibu ketua umum. Perintah atasan lakukan, tidak boleh berpikir individu," ucap Bambang.

Ia menegaskan akan menjalankan tugas dari Megawati untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah.

"Putusan ketua umum apa, jalanin. Perintahnya clear, menangkan PDI Perjuangan, menangkan Ganjar-Mahfud, nomor urut 3, lu menangin, siap," tegasnya.***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Desi Kris