News

TKN Prabowo-Gibran Ungkap Dugaan Surat Suara Sudah Dicoblos di Malaysia: Yang Dicoblos Itu Paslon Nomer Urut 3

Oleh: Sahdan Maulana Rabu 07 Feb 2024, 13:54 WIB
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyampaikan adanya dugaan kecurangan Pemilu di Malaysia.

AYOJAKARTA.COM — Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyampaikan adanya dugaan kecurangan Pemilu di Malaysia.

TKN menyebut adanya surat suara yang sudah dicoblos di Tempat Pemungutan Surat Suara Luar Negeri (TPSLN) Malaysia.

"Kami ingin menyampaikan ekspos terkait informasi yang menurut kami cukup meyakinkan, yaitu dugaan kecurangan yang sangat-sangat kasat mata terjadi di luar negeri ya, Malaysia, TPSLN Malaysia," kata Habiburokhman, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Rabu, 7 Februari 2024.

Habiburokhman kemudian memenunjukkan salah satu video tentang surat suara yang sudah dicoblos dari salah satu WNI yang tinggal di Malaysia.

"Jadi kami mendapat informasi yang amat dipercaya bahwa soal dugaan adanya aktivitas pencoblosan sejumlah sekitar ribuan surat suara secara ilegal untuk pemilihan luar negeri di Malaysia," ujarnya.

Baca Juga: Disambut Bentangan Spanduk Prabowo Subianto saat Kampanye di Balikpapan, Ganjar Pranowo Sebut Pendukung 02 Pemberani

"Informasi tersebut disertai dengan bukti foto dan video yang menunjukkan sejumlah orang melakukan pencoblosan surat suara legislatif untuk partai dan caleg tertentu," tambahnya.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang yang sedang membuka plastik yang berisiman surat suara Pemilu.

Terlihat bahwa sejumlah orang dalam video tersebut mencoblos bagian surat suara di gambar paslon nomer urut 3, yakni Ganjar-Mahfud.

Habiburokhman bahkan menyebut bahwa dugaan kecurangan tersebut melibatkan Petugas Pemilu Luar Negeri (PPLN) dan oknum Kedutaan Besar RI di Malaysia.

"Dan surat suara pilpres yang dicoblos itu paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud. Kami juga duga kuat aktivitas pencoblosan itu melibatkan petugas pemilu luar negeri, PPLN dan oknum Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia," ungkapnya.

Baca Juga: Dituding Bikin Drama saat Pendukung Prabowo Subianto Hadang Dirinya, Ganjar Pranowo Bela Diri: Ngapain...

Habiburokhman meminta kepada Bawaslu untuk segera menindaklanjuti masalah tersebut secara hukum.

Ia juga berencana akan membuat laporan resmi ke Bawaslu dan mengirim tim pencari fakta khusus ditugaskan di Malaysia.

"Kami minta Bawaslu untuk menindaklanjuti masalah ini secara hukum dan kami pun akan membuat laporan resmi ke Bawaslu RI sore ini (Selasa) dalam waktu dekat kemungkinan besok (hari ini) kami juga akan mengirimkan tim pencari fakta khusus ke Malaysia, Kuala Lumpur," kata Habiburokhman.

Sebelum adanya temuan dari TKN Prabowo-Gibran, Bawaslu sudah mengungkapkan bahwa Malaysia adalah negara yang paling rawan adanya kecurangan Pemilu.

"Kalo ditanyakan yang paling rawan sebenarnya adalah di mana penyelenggaraan pemilu yang paling banyak pemilihnya. Kalau paling banyak pemilih ada di Malaysia. Termasuk kabupaten di satu tempat itu sudah punya pengalaman perkara," kata Komisioner Bawaslu, Herwyn J H Malonda di kantor Kemlu RI, Senin, 5 Februari 2024. 

Herwyn juga mengatakan bahwa pada Pemilu 2019, Bawaslu menemukan adanya pelanggaran di Malaysia.

Baca Juga: Bantah Bagi Beras Bergambar Prabowo-Gibran, Nusron Wahid: Kami Siap Sanksi dari Bawaslu Kalau Memang Ada

"Di Malaysia juga di 2019 ada pelanggaran. Jadi fokus ke sana pelanggaran. Itu pun saat ini sudah beberapa laporan yang diusut dari sana," ujarnya.

Untuk itu, pada Pemilu 2024 ini, Bawaslu akan menekankan upaya pencegahan dan upaya pengawasan sebelum menindak dugaan kecurangan Pemilu.

"Dari kita tekankan lakukan upaya-upaya pencegahan, upaya-upaya pengawasan sebelum masuk pada upaya penindakan," ucapnya.***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Tedi Rukmana