AYOJAKARTA.COM - Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan 29 desa di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terendam banjir.
Diketahui, banjir yang merendam Grobogan, Jawa Tengah itu akibat dari Sungai Lusi, Sungai Serang dan Sungai Tuntang yang tidak mampu menahan debit air hingga meluap ke rumah warga dan memutus akses jalan Semarang-Purwodadi.
29 desa di Kabupaten Grobogan yang terendam banjir ini memiliki ketinggian yang bervariasi.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul menyebut sedikitnya ada 11 kecamatan yang terendam banjir.
"Banjir di wilayah Kecamatan Godong, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Tawangharjo, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Toroh, Kecamatan Karangayung, Kecamatan Geyer, Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Tanggungharjo dan Kecamatan Gubug," katanya.
Gangguan aktivitas perlintasan kereta api stasiun Karangjati-Gubug menjadi terhambat akibat banjir tersebut.
“Informasi Gangguan Lintas Kereta 6 Feb 2024 pk 06.30 terdapat banjir di rel KM 32 lintas antara Stasiun Karangjati - Gubung, Grobogan tidak dapat dilewati kereta kedua arah,” tulis @sahabat_kereta.
Tak hanya itu, lintasan KA Brumbung-Ngrombo-Gambringan juga jadi terputus karena banjir.
“Hari Selasa (6/2) terjadi banjir di jalur kereta api Gubug - Karangjati, atau tepatnya di Desa Papanrejo, Gubug, Grobogan. Banjir disebabkan luapan Kali Tuntang. Sebagai akibatnya jalur KA Brumbung - Ngrombo - Gambringan terputus. Sebagian Kecamatan Gubug juga terendam,” tulis @jalur5_
“Dilaporkan KA Blambangan Ekspres tujuan Semarang Tawang (185) dan Blora Jaya tujuan Semarang Poncol (227) diputar balik ke Gambringan, melewati jalur Gambringan - Gundih - Kedungjati - Brumbung,” imbuhnya.
Selain itu, BPBD Jateng juga menyebut ada ribuan rumah dan 56 hektare area persawahan yang terendam banjir.
Dalam video yang diunggah Instagram @lambeturah_offcial, terlihat air menggenangi area persawahan.
Begitu juga dengan lintasan jalan raya terlihat terendam banjir.***