AYOJAKARTA.COM – Advokat Alvin Lim baru-baru ini menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sempat menolaknya menjadi gubernur.
Alvin Lim mengatakan ia sama sekali tak setuju dengan pernyataan yang disampaikan Ahok.
Terlebih, Ahok juga menyampaikan bahwa hanya Megawati Soekarnoputri yang mau menerimanya.
“Saya mohon maaf sekali kurang setuju dengan Ahok. Ahok melontarkan pernyataan bahwa dia bilang minoritas itu banyak yang menolak, termasuk Jokowi menolak minoritas dia menjadi gubernur karena dianggap minoritas, hanya Megawati yang menerima,” kata Alvin Lim dikutip ayojakarta.com dari YouTube Quotient TV, Selasa (6/2/2024).
Alvin Lim berujar ia tak menganggap pernyataan yang disampaikan Ahok hanya kebohongan belaka.
Akan tetapi, Alvin Lim menilai Ahok beberapa kali menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan.
Seperti salah satunya ketika Ahok bercerai dengan Veronica Tan dan menyebut adanya perselingkuhan.
“Saya bukan bilang Ahok ini pasti berbohong, tapi beberapa perkataan sebelumnya seperti contoh dia bilang istrinya itu selingkuh dengan laki-laki lain dia sebut nama laki-laki lain. Ternyata setelah dia cerai pun istrinya nggak ada tuh melanjutkan hubungan sama sekali. Jadi hal seperti inilah yang tidak bisa kita makan mentah-mentah,” ujarnya.
Alvin Lim menilai pernyataan Ahok yang menyebut Jokowi menolaknya karena minoritas hanyalah asumsi eks Komisaris Utama PT Pertamina itu.
Menurutnya, mungkin saja Jokowi mempunyai alasan lain sehingga menolak Ahok menjadi gubernur.
“Hal lainnya adalah ketika Jokowi tidak setuju dia menjadi gubernur, itu kan mungkin saja cuma asumsi dia. Tidak setujunya karena apa pula? Mungkin saja memang Pak Jokowi nggak setuju tapi nggak setujunya juga karena apa nih? Karena dia minoritas atau karena dia dianggap sangat vokal dan dianggap bertolak belakang dengan apa? atau tipe pemimpin yang dibutuhkan?” ungkapnya.
Alvin Lim mengaku mengetahui bagaimana sifat dan kriteria pejabat negara yang diinginkan Jokowi.
Baca Juga: Respons Mahfud MD, Usai Ahok Mundur Jadi Komisaris Utama Pertamina: Bagus, Tambah Teman
Menurutnya, Jokowi lebih menyukai pejabat yang tak membuat kegaduhan.
Hal ini tentu bertolak belakang dengan Ahok yang beberapa kali kerap membuat kegaduhan.
“Karena saya tahu Jokowi ini sifatnya sifat dia tenang. Dia mau punya anak buah, jenderal, menteri itu nggak banyak bicara. Jokowi nggak mau itu kalau jenderal atau menterinya itu membuat gaduh. Sedangkan kita tahu lagi dan lagi Ahok itu selalu membuat gaduh. Inilah suatu sifat yang saya tahu pasti Jokowi nggak bakal suka. Jadi mungkin saja ditolak tapi bukan karena minoritas,” pungkasnya.***