AYOJAKARTA.COM — Kritikus politik Rocky Gerung terus lantang menyuarakan kritikannya terkait dengan dinasti politik, yang diduga akan dibangun Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui pencalonan Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan ketika secara terang-terangan Presiden Jokowi terlihat memihak ke salah satu paslon, tentu ini menjadi sebuah perhatian bagi masyarakat tak terkecuali Rocky Gerung.
Rocky bahkan tak segan menyebut bahwa tindakan Presiden Jokowi saat ini menunjukkan sebuah moral dan etika yang buruk dalam bernegara.
Apalagi saat ini, baru saja diputuskan vonis oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) di mana Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari, dianggap terbukti melanggar etik karena loloskan pencalonan Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden.
Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi juga sudah dinyatakan melanggar kode etik karena memutus perkara, di mana dirinya dianggap memiliki konflik kepentingan karena berada dalam satu keluarga dengan Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.
Tentunya, fakta-fakta pelanggaran etik yang ada semakin membuat masyarakat marah dan memunculkan berbagai macam spekulasi negatif kepada pemerintahan saat ini.
Bagi Rocky, saat ini Jokowi tengah memanfaatkan masyarakat yang miskin untuk mendapatkan suara dengan membagi bansos.
Dan juga menganggap bahwa masyarakat yang miskin saat ini dimanfaatkan Jokowi karena akan mudah diarahkan sesuai dengan keinginannya.
"80 persen pemilih Indonesia itu lulus kelas 7 tidak lulus SMP, artinya bagi dia beras BLT itu lebih berguna dari debat demokrasi," ungkap Rocky seperti dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Selasa, 6 Februari 2024.
hal itulah yang menurut Rocky Gerung tengah dimanfaatkan oleh Jokowi demi mendulang suara bagi anaknya Gibran.
"Nah karena itu Jokowi juga tahu itu mending pelihara orang miskin supaya mudah diarah-arahkan. Mending ciptakan Kedunguan supaya mudah dimanipulasi!" terangnya.
Lebih jauh, Rocky juga menganggap bahwa Jokowi telah melanggar dua aturan konstitusi yaitu mensejahterakan fakir miskin dan menghidupkan kecerdasan bangsa.
Baginya, kedua konstitusi tersebut tidak dilakukan oleh Jokowi namun justru menunggangi kedua konstitusi itu demi kepentingan pribadinya.
"Dua-duanya tidak dia lakukan karena dia menunggangi kedunguan dan menunggangi kemiskinan untuk memperpanjang dinastinya!" kritik keras Rocky.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini berbagai lapisan masyarakat mulai menyuarakan dan mengingatkan kepada presiden Jokowi soal moral etika dalam berpolitik.
Mulai dari mahasiswa, sivitas akademika, dosen hingga guru besar berbagai kampus di Indonesia mulai memberikan pernyataan sikap mereka terhadap tindakan Presiden Jokowi.
Namun di sisi lain, Presiden Jokowi saat ini masih terus gencar melakukan pembagian bansos kepada masyarakat yang juga menjadi polemik karena dianggap melakukan politisi bansos di tengah kampanye pemilu.***