News

Mahfud MD Klaim Paling Berjasa Bongkar Kasus Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak: Bukan, Justru Keluarga Brigadir J

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 05 Feb 2024, 13:45 WIB
Martin Simanjuntak, Kuasa hukum keluarga Brigadir J

AYOJAKARTA.COM - Martin Simanjuntak, pengacara yang sempat menjadi kuasa hukum Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J buka suara soal pernyataan Mahfud MD atas klaim berjasa dalam kasus Ferdy Sambo.

Ia membantah pernyataan cawapres nomor urut 03 yang menyatakan Kamaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat dan keluarga Brigadir J datang menemuinya sambil menangis.

Ada beberapa hal terkait pernyataan yang disampaikan oleh Mahfud MD di depan para pendukungnya yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi saat itu.

Baca Juga: Bukan Nangis-nangis, Ternyata Ini yang Dibahas Martin Simanjuntak dan Keluarga Brigadir J saat Bertemu Mahfud MD

Jika cawapres nomor urut 03 diklaim sebagai sosok yang paling berjasa dalam kasus Ferdy Sambo atas pembunuhan Brigadir J, Martin Simanjuntak tidak masalah.

Namun menurutnya pada saat itu Mahfud MD hanya sekadar mengawal kasus sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo agar kasus bisa dibuka seterang-terangnya.

“Mungkin Pak Mahfud mau menghibur relawan ya, karena kalau di video yang utuh itu ada kata-kata sebelum Pak Mahfud berbicara tuh oh ini pak Mahfud MD orang yang paling berjasa katanya dalam kasus Joshua. Kalau itu kan ya itu interpretatif ya, kalau ada orang yang menganggap demikian ya silakan,” ujar Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Mahfud MD Klaim Keluarga Brigadir J Nangis-nangis Minta Dibantu, Martin Simanjuntak: Bohong, Seakan-akan Jasanya

“Tapi setahu saya Pak Mahfud itu hanya mengawal sesuai dengan instruksi presiden yang empat kali ngomong itu agar kasus itu dibuka seterang-terangnya,” imbuhnya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG pada Minggu (4/2/2024).

Martin Simanjuntak menjelaskan bahwa pertemuan yang dimaksud oleh cawapres nomor urut 03 terjadi pada bulan Februari 2023.

Menurutnya pada saat itu keluarga Brigadir J tidak ikut dalam pertemuan dan rombongan lainnya yang datang tidak ada sesi tangis-tangisan dan hanya berdiskusi santai membahas permasalahan hukum.

Baca Juga: Mahfud MD Ngaku Berperan Besar di Kasus Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak Ungkap 'Real Hero', Siapa?

“Di sini tidak ada keluarga Josua temen-temen, tidak ada tangis-tangisan disini. Yang ada hanya diskusi santai yang membahas permasalahan hukum yang menimpa orang-orang di dalam ini,: kata Martin Simanjuntak.

 Pengacara Brigadir J menduga jika Mahfud MD mengalami lupa ingatan atau justru sedang mengarang soal pertemuan tersebut.

“Antara lupa ingatan atau ngarang, kalau saya melihatnya karena ini bukan fakta ya kalau memang mau diperbaik kata-katanya lupa, tapi kalau agak sedikit buruk ya mengarang,” kata dia.

“Mungkin dia lupa karena pernah ketemu ya sudahlah mungpung ada relawan yang bilang ini jasanya Pak Mahfud saya kemas ajalah fakta yang terjadi 2023 saya kemas tarik mundur setelah terjadinya pelaporan 1 Juli biar seakan-akan sebagai alasan pembenaran,” sambungnya.

Lebih lanjut Martin Simanjuntak menegaskan bahwa yang membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo bukanlah polisi maupun Mahfud MD.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Keluarga Brigadir J Mendatanginya Sambil Menangis, Martin Simanjuntak: Gak Ada Nangis-Nangis!

Namun dibongkar oleh pihak keluarga Brigadir J, menurutnya pada saat awal kasus cawapres nomor urut 03 sedang tidak ada di Indonesia karena sedang umrah.

“Pada saat itu yang membongkar kasus ini bukan polisi, justru keluarga Josua. Bukan Mahfud MD juga, Pak Mahfud lagi di Madinah, lagi umrah,” tuturnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Desi Kris