AYOJAKARTA.COM - Nama Mahfud MD masih menjadi sorotan dari berbagai kalangan, baik politisi, ahli hukum hingga warganet.
Selain karena kapasitasnya sebagai salah satu cawapres peserta pemilu, Mahfud MD juga disorot lantaran rekam jejaknya sebagai Menko Polhukam di kasus Brigadir J.
Terkait dengan kasus tewasnya Brigadir J, Mahfud MD yang kini sudah resmi mengundurkan diri dari jabatan Menko Polhukam sempat membeberkan sejumlah informasi.
Baca Juga: Tes Psikologi: Hitung Skornya Ketahui Kamu Sedang Jatuh Cinta atau Tidak
Dalam sebuah acara diskusi bertajuk Tabrak Prof!, Mahfud MD sempat menceritakan sejumlah hal penting yang terjadi di belakang layar.
Saat kasus Brigadir J menjadi sorotan, Mahfud MD mengaku sempat didatangi oleh sejumlah orang yang merupakan barisan pendukung Brigadir J.
“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan keluarganya, nangis,” ungkap Mahfud di hadapan para konstituen.
Mahfud MD menyebut bahwa peristiwa penembakan yang dialami Brigadir J berpotensi akan mengalami hambatan jika dirinya tidak dilibatkan.
Kokohnya dinding pengaruh Divisi Propam di kepolisian, menurut Mahfud bukan perkara mudah untuk bisa ditembus sehingga perlu banyak pihak untuk dilibatkan.
Baca Juga: Nilai Rata-rata Rapor Masuk STAN VS IPDN 2024, Mana Lebih Rendah? Referensi Lolos Sekolah Kedinasan
“Akhirnya Kompolnas saya panggil, saya usulkan 25 Divpropam dipindah dan Kadiv Propam nya diganti,” imbuh Mahfud.
Sempat terjadi perdebatan dengan Kompolnas dan kepolisian, Mahfud MD berniat akan melimpahkan kasus tersebut ke Presiden.
Buntut dari desakan yang dilakukan Mahfud MD kepada kepolisian, Divpropam kemudian mengalami pergantian.
“Saya akan menemui Presiden untuk Presiden yang memberhentikan, kalau Polri nggak mau memberhentikan,” tegas Mahfud MD.
Sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan Mahfud MD, kuasa hukum mendiang Brigadir J memberi tanggapan.
Terlepas dari segala macam persoalan politik, menurut Martin Simanjuntak pernyataan yang disampaikan Mahfud MD merupakan suatu kebohongan.
Selain tidak pernah ada tangisan sebagaimana disebutkan, kedatangan para pendukung Brigadir J menemui Mahfud MD berlangsung setelah kasus masuk di persidangan.
Baca Juga: Soroti Kampanye Perubahan Dipersulit, Anies: Apakah yang Seperti Ini Boleh Dibiarkan?
“Ini Irma Hutabarat juga keberatan, karena itu tolonglah diklarifikasi, yang dimaksud Pak Mahfud itu peristiwa yang mana?” ungkap Martin.
Martin menambahkan, kronologis yang terjadi dibalik peristiwa Brigadir J pada 8 Juli 2022 tidak banyak melibatkan Pak Mahfud karena masih berada di Mekah.
Di awal-awal kasus Brigadir J masih menjadi sorotan, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso diakui Martin sebagai pelaku sejarah yang banyak berkontribusi.
Selain IPW, kelompok advokat dan pihak keluarga, Martin mengakui ada sejumlah kalangan yang membuat kasus Brigadir J bisa terungkap dengan jelas.
“Tanpa ada tekanan netizen, semua ini tidak akan berjalan,” jelas Martin dikutip Ayojakarta, Sabtu 3 Januari 2024 dari Uya Kuya TV. ***
Share this article
Martin Simanjuntak ungkap sosok rel hero sebenarnya bukan Mahfud MD melainkan Ketua IPW Sugeng Teguh dan...