News

Irma Hutabarat Sebut Mahfud MD saat Berkampanye Sebarkan Berita Jauh dari Kebenaran: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Oleh: Cindra May Ningrum Senin 05 Feb 2024, 10:06 WIB
Irma Hutabarat dan Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, beredar kabar kebohongan yang disebarkan oleh Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD.

Mahfud MD saat berkampanye untuk mendapatkan suara dalam Pilpres 2024, sempat menyinggung nama Irma Hutabarat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Sontak Irma Hutabarat menanggapi pernyataan Mahfud MD yang dinilai menyebarkan berita hoax alias bohong.

Baca Juga: Bukan Nangis-nangis, Ternyata Ini yang Dibahas Martin Simanjuntak dan Keluarga Brigadir J saat Bertemu Mahfud MD

Melalui tayangan YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, diputarkan video pernyataan Mahfud MD yang tersebar luas di media sosial.

"Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan siapa dan keluarga (Brigadir J) nangis, bahwa kami tidak percaya ini dibunuh, saya pun ndak percaya," kata Mahfud MD.

Irma Hutabarat lantas langsung memberikan klarifikasi dan pelurusan atas pernyataan Mahfud MD bersama dengan kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Mahfud MD Klaim Keluarga Brigadir J Nangis-nangis Minta Dibantu, Martin Simanjuntak: Bohong, Seakan-akan Jasanya

"Yang kita bahas kali ini adalah hal yang berkaitan dengan kasus Josua ya, di dalam salah satu kampanye atau pertemuan dengan konstituennya Mahfud MD mengatakan ada nama saya disebut, ada nama pengacara dan keluarga Josua disebut, dan hal-hal yang ada dalam video itu jauh dari kebenaran alias hoax atau bohong," kata Irma Hutabarat.

Menurutnya hal ini perlu di klarifikasi agar tidak menyesatkan publik karena Mahfud MD adalah seorang Cawapres.

"Karena bagi kami ini bukan saja penyesatan kebohongan publik, tapi juga dikatakan oleh seorang Cawapres yang kebetulan menyebut nama saya," jelasnya.

Baca Juga: Sebut Demokrasi di Indonesia Terancam, Mahfud MD Prediksi Bakal Ada Gelombang Pengunduran Diri dari Pemerintahan Jokowi

"Kita tidak akan komen, ini adalah satu pelurusan apa yang sebenarnya terjadi," imbuhnya.

Martin Simanjuntak kemudian memberikan tanggapannya terkait hal tersebut, ia menjelaskan posisi Mahfud MD dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J saat ini.

"Setau saya, pak Mahfud itu hanya mengawal sesuai dengan instruksi Presiden yang empat kali ngomongnya, agar kasus ini terang," ungkap Martin Simanjuntak.

Ia kemudian menunjukkan foto pertemuannya bersama Mahfud MD dan beberapa orang yang terlibat di dalamnya, dan mengatakan bahwa tak ada keluarga Brigadir J yang hadir.

"Di sini tidak ada keluarga Josua temen-temen, tidak ada tangis-tangisan di sini, yang ada hanya diskusi santai yang membahas permasalahan hukum yang menimpa orang-orang di dalam ini," terangnya.

Baca Juga: Disebut Bakal Gantikan Posisi Mahfud MD Jadi Menko Polhukam, Prof Yusril Ihza Mahendra: Dari Dulu...

Martin Simanjuntak lantas menjelaskan kronologi terungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J.

"Pertemuan itu berlangsung Januari 2023, kasus Josua itu dibunuh berencana pada 8 Juli 2022. Nah, itu baru ke expose di media tanggal 11, tapi narasi yang Beredar masih sesuai dengan konsepnya para pelaku pembunuh," ucapnya.

Ia bahkan menyebut yang membongkar kasus Brigadir J bukanlah polisi maupun Mahfud MD, tetapi keluarga Brigadir J sendiri.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Keluarga Brigadir J Tak Percaya Ada Pembunuhan, Irma Hutabarat: Bohong, Itu Tak Masuk Akal!

"Pada saat itu yang membongkar kasus ini bukan polisi, justru keluarga Josua. Bukan Mahfud MD juga, pak Mahfud lagi di Madinah, lagi Umroh," ujarnya.

"Keluarganya Josua memberanikan diri membuka peti ternyata ada luka-luka dalam tubuh yang tidak wajar," tambah Martin Simanjuntak. ***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Desi Kris